Prinsip- Prinsip Kegiatan Ekstrakurikuler

Prinsip- Prinsip Kegiatan Ekstrakurikuler

Dengan berpedoman kepada tujuan dan maksud kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dapat ditetapkan prinsip-prinsip program ekstrakurikuler:

  1. Individual, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi, bakat dan minat peserta didik masing-masing.
  2. Pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik.
  3. Keterlibatan aktif, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh.
  4. Menyenangkan, prinsip kegiatan ekstrakurikuler dalam suasana yang disukai dan menggembirakan peserta didik.
  5. Etos kerja, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil.
  6. Kemanfaatan sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat.

Menurut Oteng Sutisna prinsip-prinsip program ekstrakurikuler adalah:

  1. Semua murid, guru, dan personel administrasi hendaknya ikut serta dalam usaha meningkatkan program.
  2. Kerjasama dalam tim adalah fundamental.
  3. Pembatasan-pembatasan untuk partisipasi hendaknya dihindarkan.
  4. Prosesnya adalah lebih penting daripada hasil.
  5. Program hendaknnya cukup komprehensif dan seimbang dapat memenuhi kebutuhan dan minat semua siswa.
  6. Program hendaknya memperhitungkan kebutuhan khusus sekolah.
  7. Program harus dinilai berdasarkan sumbangannya kepada nilai-nilai pendidikan  di sekolah dan efisiensi pelaksanaannya.
  8. Kegiatan ini hendaknya menyediakan sumber-sumber motivasi yang kaya bagi pengajaran kelas, sebaliknya pengajaran kelas hendaknya juga menyediakan sumber motivasi yang kaya bagi kegiatan murid.[6]

 

sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/infinix-note-4-masuk-indonesia/