Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler

  Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler

  1. Pengembangan, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi, bakat dan minat mereka.
  2. Sosial, yaitu fungsi kegiata ekstrakurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik.
  3. Rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan suasana rileks, menggembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan.
  4. Persiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik.[3]
  1. Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler

  2. Krida, meliputi kepramukaan, latihan dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Palang Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar bendera Pusaka (PASKIBRAKA).
  3. Karya Ilmiah, meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), Kegiatan penguasaan keilmuan dan Kemampuan Akademik, Penelitian.
  4. Latihan/ lomba keberbakatan/ prestasi, meliputi pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya, cinta alam, jurnalistik, teater, dan keagamaan.
  5. Seminar, lokakarya, dan pameran/ bazar, dengan substansi antara lain karir, pendidikan, kesehatan, perlindungan HAM, keagamaan, dan seni budaya.[4]

Menurut Depdikbud kegiatan ekstrakurikuler dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Kegiatan yang bersifat sesaat yaitu kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu saja. Misalnya : karyawisata dan bakti sosial.
  2. Kegiatan yang bersifat kelanjutan yaitu kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan secara terus-menerus selama satu periode tertentu. Untuk  menyelesaikan satu program kegiatan ekstrakulikuler ini biasanya diperlukan waktu yang lama. Misalnya pramuka, PMR, dan lain sebagainya.

 

RECENT POSTS