Proses Penguapan Air Kayu

Proses Penguapan Air Kayu

Perlakuan pengeringan kayu merupakan usaha yang cukup murah di dalam menignkatkan kualitas kayu. Apabila masih ada pengaruh serangan organism perusak kayu, maka sortimen kayu harus juga dilakukan upaya pengawetan, sedangkan apabila masih ada pengaruh adanya pecah dan retak-retak, maka sortimen atau produk kayu harus juga dilakukan upaya stabilitasasi dimensi. Ada enam tujuan yang ingin dicapai di dalam pengeringan kayu, yaitu (Hunt dan Garratt 1989; Kasmudjo 2001):

  1. Agar kayu menjadi lebih ringan. Dengan kayu yang lebih ringan kapasitas pemindahan atau pengangkutannya akan lebih banyak, sehingga menghemat waktu dan biaya.
  2. Agar sifat-sifat kayu menjadi lebih baik, antara lain kekuatannya dapat lebih meningkat.
  3. Agar kayu lebih stabil dan minimal mengalami perubahan dimensi kayu. Perubahan dimensi yang besar dapat menurunkan kualitas kayu, misalnya kayu menjadi retak dan pecah-pecah.
  4. Agar kayu lebih terhindar dari serangan jamur, cendawan, dan lain-lain serangga perusak kayu.
  5. Agar kayu lebih mudah direkat. Kayu yang kering porinya relative terbuka (lebih kosong) sehingga perekat mudah mengisinya dan kemudian mengeras.
  6. Agar kayu lebih mudah diawetkan. Dianjurkan kayu yang akan diawetkan mempunyai kadar air 15-20%.

Kasmudjo (2010) menyatakan bahwa ada dua air yang dikandung dalam sepotong kayu adalah sebagai berikut:
1. Air terikat adalah air yang terikat berada di dalam dinding sel kayu.
2. Air bebas adalah air yang berada mengisi rongga sel kayu.

Kayu yang mulai kering, maka yang keluar (menguap) lebih dahulu adalah air bebasnya baru kemudian diikuti oleh air terikatnya. Air terikat yang mulai menguap akan diikuti secara perlahan adanya penyusutan kayu. Penyusutan kayu dimulai apabila kadar air kayu mulai melewati titik jenuh serat. Titik jenuh serat terjadi akibat kondisi kadar air 25-30%.

Selanjutnya apabila kadar air kayu terus berkurang maka penyusutan kayu terus berkurang sampai pada kondisi kayu dengan kadar air seimbang (equilibrium moisture content). Kondisi kadar air kayu seimbang disebut juga kondisi kering udara, kering angin dan biasanya telah siap pakai, karena pada saat itu telah dicapai kestabilan kayu yang optimal. Menurut Kasmudjo (2010) menyatakan bahwa kadar air kering udara di Indonesia adalah 10-18%.

Adapun beberapa kondisi positif dari katu kering udara adalah sebagai berikut:
1.  Kayu sudah stabil (dimensi)
2. Kayu minimal dapat diserang jamur, cendawan, dan lain-lain organism perusak kayu
3. Kayu dalam kondisi paling mudah dikerjakan.

 

Cara Penumpukan Sortimen

Cara penumpukan sortimen kayu yang dikeringkan berhubungan dengan kapasitas ruang (tempat pengeringan). Pemanfaatan ruang yang optimal berarti efisien dan efektif sehingga produktifitas pengeringan tinggi. Selain itu cara penumpukan juga berhubungan dengan jenis dan ukuran sortimen.

Penumpukan sortimen kayu (persegi) ada beberapa yaitu (Kasmudjo, 2010):

  1. Flat piling (cara penumpukan mendatar) adalah cara penumpukan sortimen kayu berupa susunan mendatar antar sortimen dilengkapi dengan stick (ganjel) yang tebalnya minimal sama dengan tebal sortimen yang dikeringkan.
  2. End piling (cara penumpukan miring bersandar) adalah cara penumpukan kayu yang dilengkapi adanya sandaran (dinding) tegak kemudian sortimen kayu disandarkan miring pada sandaran tersebut dan dilengkapi dengan ganjel antar sortimen.
  3. End racking (cara penumpukan bersandar miring berpadu) adalah cara penumpukan sortimen kayu yang dilengkapi dengan sandaran tegak ditengah-tengah.
  4. Clib piling (cara penumpukan berseling ujung berpadu mendatar) adalah cara penumpukan sortimen kayu yang dilakukan dilantai (diatas tanah kering) satu sama lain dari sortimen ditumpuk mendatar dan kedua ujungnya berpadu dengan ujung sortimen lainnya.
  5. Zig-zag (cara penumpukan mendatar berseling) adalah cara penumpukan sortimen kayu arah mendatar di atas lantai yang dilengkapi pondasi seperlunya.
  6. Square piling (cara penumpukan persegi mendatar) adalah cara penumpukan sortimen kayu arah mendatar dan berjarak antar dengan sortimennya.

 

RECENT POSTS