Tanah Tercemar dan Tidak Tercemar

Tanah Tercemar dan Tidak Tercemar

Tanah Tercemar dan Tidak Tercemar

Tanah Tercemar dan Tidak Tercemar

  1. Tanah tercemar

Tanah indonesia terkenal dengan kesuburanya. Hingga dalam sejarah Indonesia pernah tercetat. Kesuburan itu telah mengundang para penjajah asing untuk mengeksploitasinya. Fenomena sekarang lain lagi. Sebagian tanah Indonesia tercemar oleh polusi yang diakibatkan oleh kelainan masyarakat. Pencemaran ini menjadikan tanah rusak dan hilang kesuburanya, mengandung zat asam tinggi. Berbau busuk, kering, mengandung logam berat, dan sebagainya. Kalau sudah begitu maka tanah akan sulit untuk dimanfaatkan.

Dari pernyataan diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwa ciri-ciri tanah tercemar adalah :

  1. Tanah tidak subur
  2. pH  dibawah 6 (tanah asam) atau pH diatas 8 (tanah basa)
  3. Berbau busuk
  4. Kering
  5. Mengandung logam berat
  6. Mengandung sampah anorganik
  7. Tanah tidak tercemar

Tanah yang tidak tercemar adalah tnah yang masih memenuhi unsur dasarnya sebagai tanah. Ia tidak mengandung zat-zat yang merusak keharaanya. Tanah tidak tercemar bersifat subur, tidak berbau busuk, tingkat keasaman normal. Yang paling utama adalah tidak mengandung logam berat. Tanah yang tidak tercemar besar potensinya untuk alat kemaslahatan umat manusia. Pertanian dengan tanah yang baik bisa mendatangkan keuntungan berlipat ganda.

Dari pernyataan diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwa ciri-ciri tanah tercemar adalah :

  1. Tanahnya subur
  2. Trayek pH minimal 6, maksimal 8
  3. Tidak berbau busuk
  4. tidak kering, memiliki tingkat kegemburan yang normal
  5. Tidak Mengandung logam berat
  6. Tidak mengandung sampah anorganik

Baca Juga :