Kekuasaaan kaum Quraisy

Kekuasaaan kaum Quraisy

Pada abad V masehi kaum Quraisy merebut pimpinan Mekah dan Ka’bah dari Khuza’ah. Dibawah pimpinan kaum Quraisy, dan waktu itu Mekah menjadi maju.

Untuk mengurus Mekah dan sekitarnya, didirikanlah semacam pemerintahan oleh kaum Quraisy. Pada zaman Abdul  Muthalib, Mekah lebih maju dan sumur zamzam disempurnahkan pemugarannya, yaitu pada tahun 540 M.

Keadaan Politik

Masyarakat pada zaman jahiliah tidak memiliki pemerintahan seperti sekarang. Mereka hanya memiliki pimpinan yang mengurus berbagai hal dalam keadaan perang dan damai. Sering terjadi perang antar kaum, antarkabilah, dan antar suku. Bahkan ada peperangan yang terjadi sampai beberapa tahun, misalnya:

  1. Perang Busus, perang initerjadi antara kabilah Bakar dengan Kabilah Taghlib selama 40 tahun, hanya disebabkan perselisihan mengenai seekor unta
  2. Perang Dahis;  perang ini terjadi antara pimpinan suku Al-Ghubara dan suku Dahis, juga selama 40 tahun, hanya lantaran beberapa persoalan kecil.
  3. Perang Fujar; peperangan ini terjadi kira-kira 268 tahun sebelum Nabi Muhammad diutus menjadi Rasul.

Perang terjadi antara beberapa kabilah dan suku, terjadi selama bulan haram, pada masa berlangsungnya “pasar Ukaz”. Masalah perang hanya diesebabkan masalah kecil, yaitu mengenai unta yang disembelih.

  1. Keadaan Ekonomi dan Sosial

Sesuai dengan tanah Arab yang sebagian besar terdiri dari padang sahara, ekonomi mereka yang terpenting yaitu perdagangan. Masyarakat Quraisy berdagang sepanjang tahun. Di musim dingin mereka mengirim kafilah dagang ke Yaman, sedangkan di musim panas kafilah dagang mereka menuju Syiria.

Perdagangan yang paling ramai di Kota Mekah yaitu selama musim “Pasar Ukaz”, yaitu pada bulan Zulqaidah, Zulhijjah, dan Muharram. Adapun keadaan social mereka, terdapat beberapa segi yang baik dan ada pula yang buruk. Segi-segi yang baik, misalnya setia kepada kawan dan setia kepada janji, menghormati tamu, tolong menolong antara anggota-anggota kabilah. Segi-segi yang buruk, misalnya merendahkan derajat wanita, suka bermusuhan atau berperang lantaran masalah sepele.

Sumber: https://pendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/