Perubahan Pola Sikap dan Perilaku

Perubahan Pola Sikap dan Perilaku

  Perubahan Pola Sikap dan Perilaku

 Perubahan Pola Sikap dan Perilaku
Perubahan Pola Sikap dan Perilaku

Penyebab suksesnya diskusi kelompok adalah komitmen bersama dan tingkat penerimaan dalam kelompok (Bennet, 1955; Pelz, 1958, Haravey, Bass, 1958). Ketika orang berpartisipasi dalam diskusi kelompok untuk mengubah perilaku atau sikapnya, maka mereka akan melaksanakan hasil keputusan diskusi apabila mereka berkomitmen pada kelompok dan percaya bahwa anggota lainnya juga melaksanakan keputusan tersebut.

v  Tipe Tugas

Produktivitas individu maupun kelompok itu tergantung pada tipe tugas yang diberikan. Jika tugas yang diberikan membutuhkan usaha dari seluruh anggotanya (misalnya dalam lomba tarik tambang), maka kelompok pasti lebih baik dari individu. Sebaliknya, jika tugas yang diberikan membutuhkan ketelitian (misalnya membelah berlian), maka individu yang terlatih akan bekerja lebih baik daripada kelompok. Steiner menyatakan bahwa ada empat jenis tugas kesatuan, yaitu:

  1. Disjungtif (nilai kelompok diperoleh dari nilai terbaik yang diperoleh anggotanya).
  2. Konjungtif (nilai kelompok diperoleh dari nilai terburuk yang diperoleh anggotanya).
  3. Aditif (nilai kelompok adalah gabungan dari kontribusi seluruh anggotanya).
  4. Diskresioner (nilai kelompok diperoleh dari kombinasi antara usaha individu yang ingin diperoleh kelompok dan dijadikan satu).

v  Potensi Produktivitas Kelompok

Sejumlah psikolog percaya bahwa biasanya produktivitas kelompok lebih rendah daripada dindividu. Misalnya membandingkan jumlah waktu antara individu dan kelompok dalam memecahkan suatu masalah. Individu memang dapat memecahkan masalah dengan waktu yang lebih cepat daripada kelompok. Namun jumlah waktu tersebut tidak menentukan kualitas keputusan yang diperoleh. Menurut Steiner, potensi produktivitas kelompok adalah tingkat produktivitas maksimal yang bisa dicapai suatu kelompok dalam suatu tugas yang menyatakan bahwa hal itu tergantung pada dua faktor, yaitu sumber daya yang dimiliki anggotanya dan tuntutan tugas.

Terdapat 3 kekurangan dalam metode Steiner:

  1. Tersirat bahwa terdapat potensi dasar produktivitas yang unik yang merupakan batasan tertinggi presentasi kelompok.
  2. Ia menganggap bahwa individu tidak lebih termotivasi jika mereka bekerja dalam kelompokknya dibandingkan jika bekerja sendiri.
  3. Ia beranggapan bahwa individu selalu menggunakan potensi mereka secara maksimal.

Metode pengambilan keputusan

  • Metode 1: Keputusan oleh penguasa tanpa diskusi kelompok

Dalam metode ini, pemimpin yang terpilih membuat keputusan sendiri tanpa meminta pertimbangan dalam bentuk apapun dari anggotanya. Hal ini sangat efisien, karena tidak membutuhkan waktu yang lama.

  • Metode 2: keputusan oleh ahli

Metode ini meminta salah satu anggotanya yang paling ahli atau berpengalaman dalam hal membuat keputusan. Biarkan seseorang yang ahli tersebut memikirkan masalahnya, dan membuat keputusan yang kemudian di umumkan kepada anggota kelompok yang lain. Tetapi dalam metode ini yang menjadi masalah adalah memilih orang yang ahli, sering kali memilih orang yang ahli itu dengan cara memilih orang yang populer, atau sering tampil, atau yang berkuasa.

  • Metode 3: keputusan dengan rata-rata pendapat individu

Metode ini dengan cara menanyakan pendapat tiap anggota kelompok dengan cara terpisah, atau sendiri-sendiri, kemudian menggabungkan dan merata-rata hasilnya. Hasil pendapat yang paling tinggi itulah yang akan menjadi keputusan akhir.

  • Metode 4: keputusan oleh penguasa setelah diskusi kelompok

Dalam metode ini, anggota akan berdiskusi dan menyampaikan pendapatnya, sehingga pemimpin akan memilih pertimbangan keputusan yang terbaik dan mengambil keputusan tersebut. Anggota tidak berhak atau tidak terlibat dalam hal mengambil keputusan.

Metode 5: keputusan oleh minoritas

Dalam metode ini, minoritas disini bisa saja dalam bentuk kuantitas atau jumlah, tapi ia memiliki kekuasaan yang mayoritas. Misalnya dosen merupakan minoritas di kelas, tapi dosen mayoritas dalam power.

Metode 6: keputusan oleh voting mayoritas

Metode ini merupakan metode yang paling banyak digunakan di banyak negara, begitu banyaknya sampai menjadi suatu kebiasaan. Caranya dengan membahas sebuah masalah dan mengambil keputusan yang harus di setujui oleh paling sedikit 51% anggotanya. Hal ini mirip dengan proses sistem pemilu.

Metode 7: keputusan dengan konsensus

Konsensus merupakan metode pengambilan keputusan yang paling efektif, tapi metode ini memerlukan waktu dan sumber yang paling banyak. Ketika suatu keputusan dibuat melalui konsensus, semua anggota mengerti hasil keputusannya dan siap untuk mendukung. Konsensus adalah metode yang paling baik untuk menghasilkan keputusan yang inovatif, kreatif, berkualitas tinggi dimana semua anggotanya mempunyai komitmen dalam melaksanakan hasil keputusannya, menggunakan sumber daya yang dimiliki setiap anggota kelompok, dan meningkatkan keefektifan pengambilan keputusan kelompok di masa yang akan datang.


Baca Juga :