Fungsi Filsafat Pendidikan

Fungsi Filsafat Pendidikan

Fungsi Filsafat Pendidikan

Fungsi Filsafat Pendidikan

Beberapa fungsi filsafat pendidikan, adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan wawasan yang bersifat komprehensif mengenai hakikat pendidikan.
  2. Menjadi asumsi bagi praktek pendidikan.
  3. Memberikan kemana pendidikan seharusnya diarahkan,dirumuskan dalam tujuan pendidikan.
  4. Membangun sikap kritis dan kemandirian intelektual ditengah-tengah teori pendidikan dan praktek pendidikan yang ada atau sedang berlangsung.

 

BAB III

FILSAFAT PENDIDIKAN IDEALISME

Idealisme adalah sistem filsafat yang menekankan pentingnya keunggulan pikiran (mind), roh (soul) atau jiwa (spirit) daripada hal-hal yang bersifat kebendaan atau material.

  1. Konsep Filsafat Umum Idealisme
  2. Metafisika

Hakikat Realitas: Bersifat spiritual atau ideal. Bagi penganut idealisme, realitas diturunkan dari suatu substansi fundamental, yang sifatnya nonmaterial, yaitu pikiran/spirit/roh.

Hakikat Manusia. Bersifat spiritual/kejiwaan. Menurut Plato, setiap manusia memiliki tiga bagian jiwa, yaitu: nous (akal,fikiran) yang merupakan bagian rasional, thumos (semangat atau keberanian), dan epithumia (keinginan, kebutuhan atau nafsu).

  1. Epistemologi

Proses mengetahui terjadi dalam pikiran, manusia memperoleh pengetahuan melalui berpikir dan melalui intuisi. Kebenaran hanya didapat oleh orang-orang tertentu yang memiliki pikiran yang baik saja, sedangkan kebanyakan orang hanya sampai pada tingkat pendapat.

  1. Aksiologi

Bahwa nilai-nilai bersifat abadi. Menurut penganut idealisme Theistik nilai-nilai abadi berada pada Tuhan. Nilai-nilai absolut dan tidak berubah (abadi), sebab nilai-nilai merupakan bagian dari aturan-aturan yang sudah ditentukan alam (Callahan and Clark, 1983).

  1. Implikasi terhadap Pendidikan
  2. Tujuan Pendidikan

Bertujuan untuk membantu perkembangan pikiran dan diri pribadi (self) siswa. Sekolah hendaknya mengutamakan aktifitas-aktifitas intelektual, pertimbangan-perimbangan moral, pertimbangan estetis, realitas diri, kebebasan, tanggung jawab, dan pengendalian diri demi mencapi perkembangan pikiran dan diri pribadi.

  1. Kurikulum Pendidikan

Berisikan pendidikan liberal (untuk pengembangan kemampuan rasional dan moral) dan pendidikan vokasional/praktis(pengembangan kemampuan suatu kehidupan/pekerjaan).

  1. Metode Pendidikan

Metode mengajar hendaknya mendorong siswa memperluas cakrawala; mendorong berpikir reflektif; mendorong pilihan-pilihan moral pribadi; memberikan keterampilan berpikir logis; memberikan kesempatan menggunakan pengetahuan untuk masalah moral dan sosial; dan meningkatkan minat terhadap isi mata pelajaran.

  1. Peran Guru dan Siswa

Guru harus unggul dalam pengetahuan dan memahami kebutuhan-kebutuhan serta kemampuan-kemampuan para siswa. Adapun siswa beperan bebas mengembangkan kepribadian dan bakat-bakatnya (Edward J. Power, 1982).

Sumber :

https://robinschone.com/keychord-apk/