FILSAFAT PENDIDIKAN PRAGMATISME

FILSAFAT PENDIDIKAN PRAGMATISME

FILSAFAT PENDIDIKAN PRAGMATISME

FILSAFAT PENDIDIKAN PRAGMATISME

Pragmatisme merupakan reaksi atau kritik terhadap filsafat yang telah berkembang sebelumnya, seperti Idealisme, Realisme, Rasionalisme, dll.

  1. Konsep Filsafat Umum
  2. Metafisika

Hakikat Realitas. Adalah segala sesuatu yang dialami manusia (pengalaman); bersifat plural (pluralistic); dan terus menerus berubah.

Hakikat manusia. Manusia tidak terpisah dari realitas pada umumnya, sebab manusia adalah bagian daripadanya dan terus menerus bersamanya.

  1. Epistemologi

Para filsuf Pragmatisme menolak dualisme antara subjek (manusia) yang mempresepsi dengan objek yang dipresepsi. Manusia adalah kedua-duanya dalam dunia yang dipresepsinya dan dari dunia ia presepsi.

  1. Aksiologi

Menurut paham Pragmatisme, nilai hakikatnya diturunkan dari kondisi manusia. Nilai tidak bersifat ekslusif, tidak berdiri sendiri, melainkan ada dalam suatu proses, yaitu dalam tindakan/perbuatan manusia itu sendiri.

  1. Implikasi terhadap Pendidikan
  2. Tujuan Pendidikan

Tujuan-tujuan pendidikan meliputi:

  • Kesehatan yang baik.
  • Keterampilan-keterampilan kejutuan (pekerjaan).
  • Minat-minat dan hobi-hobi untuk kehidupan yang menyenangkan.
  • Persiapan untuk menjadi orang tua.
  • Kemampuan untuk bertransaksi secara efektif dengan masalah-masalah sosial.
  1. Kurikulum Pendidikan

Pendidikan harus dilaksanakan untuk memelihara demokrasi. Sebab hakikat demokrasi adalah dinamika dan perubahan sebagai hasil rekonstruksi pengalaman yang terus berlangsung.

  1. Metode pendidikan

Pragmatism mengutamakan penggunaan metode pemecahan masalah serta metode penyelidikan dan penemuan.

  1. Peran Guru dan Siswa

Edward J. Power (1982) menyimpulkan bahwa siswa merupakan organisme yang rumit yang mempunyai kemampuan luar biasa untuk tumbuh, sedangkan guru berperan untuk memimpin dan membimbing pengalaman belajar tanpa ikut campur terlalu jauh atas minat dan kebutuhan siswa.