Pendidikan dan Beasiswa

Pendidikan dan Beasiswa

Setiap individu pastilah memerlukan pengetahuan untuk menjalankan kehidupannya. Salah satu jalan untuk memperolehnya adalah terjun dalam dunia pendidikan baik formal maupun non formal.

Alokasi dana zakat dapat diperuntukan dalam hal ini. Terdapat dua cara untuk jalur pendistribusian yang ada. Pertama, dengan cara memberikan bantuan langsung kepada lembaga pendidikan yang bersnagkutan yang dianggap belum mampu memberikan fasilitas yang baik dan memadai bagi para siswanya.

Dengan bantuan tersebut digunakan untuk meningkatkan sarana yang belum dan telah ada. Selain itu, dana tersebut juga dapat digunakan untuk menyewa pengajar tambahan.

Kedua, dengan cara disalurkan kepada siswa yang dianggap tidak mampu dan membutuhkan tambahan biaya untuk pendidikannya. Siswa ynag dipilih tersebut haruslah masuk dalam ciri-ciri penerima wajib zakat sehingga pengalokasiannya tidak salah sasaran. Diperlukan survei secara berkala untuk melihat perkembangan siswa tersebut karena ditakutkan setelah mendapatkan bantuan tersebut ia justru memutuskan untuk berhenti sekolah.

Pengalokasian zakat pada bidang ini sangatlah penting dikarenakan banyak penduduk Muslim yang berada pada garis kemiskinan memiliki pendidikan yang rendah pula. Mereka beranggapan akhir dari belajar juga akan bekerja, tetapi karena pendidikan mereka yang rendah mereka tidak dapat pekerjaan yang layak dan sesuai dengan keterampilannya masing-masing.

Salah satu upaya inilah yang telah dilaksanakn oleh Baznas dan hasilnya memuaskan.

  1. Mengatasi Ketenagakerjaan dan Pengangguran

Sasarannya dari upaya ini yakni para fuqaha yang belum memilki pekerjaan maupun pekerja yang belum memiliki penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Proyek seperti ini sudah dilaksanakan oleh beberapa lembaga amil zakat (LAZ) baik dari DD Republika, DSUQ, PKPU atau BAZ, seperti yang dilakukan oleh DD Republika dengan Program MM(Masyarakat Mandiri)-nya ataupun program yang lain.[17]

Selain itu alokasinya juga dapat dislaurkan kepada kredit macet baik itu perorangan maupun kelompok. Usaha tersebut akan dibangkitkan yang secara langsung akan mengurangi pengangguran karena penambahan lapangan kerja.

  1. Program Pelayanan Kesehatan

Program pengalokasian selanjutnya yakni pada program kesehatan gratis bagi masyarakat miskin dan juga pedesaan. Kebanyakan masyarakat pedesaan memilih untuk tidak datang ke dokter bukan hanya alasan akomodasi yang sulit tapi juga harga yang harus dibayarkan atas obat yang diperoleh cukup tinggi.

Salah satu program yang dapat dilaksanakan yakni membangun poliklinik yang memberikan pelayanannya dengan harga yang terjangkau maupun gratis mengingat usaha ini bukanlah waralaba. Kegiatan semacam ini telah dilaksanakan oleh BAZ DKI di Jakarta.

Kegiatan atau program lain yang dapat dilakukan adalah membantu fakir miskin yang keluarganya menderita sakit dan tidak mampu untuk menanggung biaya perawatan atau pengobatannya, misalnya melalui Program Dana Sehat.[18]

Sumber :

https://nomorcallcenter.id/