Panti Asuhan

Panti Asuhan

Kewajiban mengurus anak yatim maupun piatu sudah menjadi kewajiban bagi umat Islam. Hal tersebut juga diajarkan oleh Nabi Besar Muhammad SAW. keikutsertaan Umat Islam dalam mengatasi hal ini dapat dilaksanakan dengan cara mendirikan Panti Asuhan atau bahkan secara langsung mengangkat anak yatim untuk dijadikan anak serta dididik dengan baik. Kedua hal tersebut sangat disarankan karena hasil yang sangatlah efektif. Namun, dalam pengelolaan panti asuhan dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Zakat itulah yang dapat diproyeksikan dalam pembiayaan yang digunakan.

Penyaluran zakat tersebut dapat berupa uang atau fresh money maupun pelatihan soft skill bagi anak yatim agar nantinya mereka siap ketika berada di masyarakat.

  1. Sarana Peribadatan

Pemanfaatan dana zakat untuk sarana peribadatan baik untuk masjid maupun musholla sudah banyak dilaksanakan di Indoenesia. Biasanya dalam pengelolaannya dilaksanakan oleh badan amil setempat.

Pemikiran bahwa zakat itu dapat dipergunakan untuk keperluan pembangunan tempat ibadah, dapat dikatakan merupakan titik tolak perkembangan pemikiran atas penafsiran dari kata “fii sabilillah” (ayat al- Qur’an).[19]

4.4    Peluang Penerapan Sistem Zakat Di Indonesia

Apabila zakat di Indonesia diwajibkan kepada seluruh umat Islam di Indonesia maka tidak akan lagi warga Indonesia yang akan kelaparan maupun menderita penyakit kuranga gizi. Dengan adanya zakat maka rakyat kecil yang tidak meiliki kekuasaan maupun uang akan dapat hidup dengan layak seperti yang lain. Namun, yang menjadi batu ganjalan disini yakni hukum negara Indonesia bukanlah hukum Islam dan bukanlah negara Islam.

Meski begitu udah mulai banyak warga Muslim Indonesia yang mulai sadar untuk menunaikan kewajibannya membayar zakat ,namun ada sebagian lagi yang malah bertingkah tidak peduli dengan kewajibannya sendiri. Sosialisasi sendiri memang tidak terlalu digembar-gemborkan. Namun, apabila satu saja orang yang berpengaruh mau memulai membayar zakat maka yang lain juga akan ikut berpartisipasi dengan sendirinya.

Dalam konteks agama Islam kita diajarkan untuk tidak memutar uang hanya di kalangan atas saja melainkan seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan sistem yang telah dilakukan pada masa Nabi Muhammad SAW dimana masyarakat saat itu sangat makmur. Yang pada masa itu tidak ada satu pun warga yang berhak mendapatkan zakat dikarenakan seluruh masyarakatnya sudah makmur dan tidak lagi membutuhkan bantuan. Sementara itu zakat juga terdapat pada UU Zakat No. 23 Tahun 2011.