Apa itu Merkantilisme?

Apa itu Merkantilisme

Apa itu Merkantilisme?

Apa itu Merkantilisme

Merkantilisme termasuk kebijakan ekonomi nasional yang bertujuan untuk mengumpulkan cadangan moneter melalui keseimbangan perdagangan positif, terutama barang jadi. Secara historis, kebijakan tersebut sering menyebabkan perang dan juga termotivasi untuk melakukan ekspansi kolonial. 

Merkantilisme merupakan system ekonomi yang berpusat pada keyakinan bahwa pemerintah dapat membuat suatu bangsa yang lebih sejahtera dengan mengatur perdagangan dan menggunakan tariff dan upaya dalam sebuah perlindungan lainnya untuk mencapai keseimbangan ekspor atas impor.

Dampak dari merkantilisme dalam sejarah:

  1. Lahirnya kolonialisme imprealisme
  2. Aktifnya perdagangan internasional.
  3. Berkembangnya teknologi-teknologi baru, misalnya Act of Navigation yang sangat membantu perkapalan Inggris, penemuan mesin uap dalam rangka efisiensi produksi membawa Inggris pada revolusi industry
  1. Jenis Merkantilisme

Pada dasarnya Merkantilisme adalah cara untuk mencapai kemakmuran negara. Namun pada prakteknya ada dua jenis merkantilis yang bisa dibedakan berdasarkan cara mencapai kemakmuran. Kedua jenis merkantilis tersebut adalah

  1. Kelompok Bullionist

Kelompok bullionist  berkembang sebagai awal perkembangan kelompok merkantilist murni, dipelopori oleh Gerald Malynes. Kelompok ini mengaitkan kemakmuran negara dengan banyaknya logam mulia. Semakin besar stok logam mulia di dalam negeri, semakin makmur, megah dan berkuasa negara tersebut.

Kebijakan kelompok ini adalah

o   mendorong ekspor sebesar-besarnya, (kecuali logam mulia)

o   melarang impor dengan ketat, (kecuali logam mulia)

o   surplus ekspor harus dibayar dengan logam mulia

  1. Merkantilist Murni

Kata kunci merkantilist murni adalah aspek suku bunga.  Suku bunga yang rendah akan menguntungkan pencari kredit, dan ini diperlukan untuk mendorong kegiatan ekonomi.   Agar kegiatan ekonomi dapat berkembang maka harga barang juga harus meningkat dan peningkatan harga barang dapat terjadi apabila jumlah uang beredar meningkat.  Agar uang bertambah maka jalan yang paling mudah adalah melakukan perdagangan internasional. Oleh karena itu setiap negara wajib berusaha memperoleh neraca perdagangan yang menguntungkan (favorable balance of trade).

Pendukung utama kelompok merkantilis murni adalah Thomas Mun (Inggris), Colbert (Perancis), Von Hornigh (Jerman) dan Becker (Austria).

Kapitalisme atau Kapital adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan memperoleh keuntungan dalam ekonomi pasar.[1][2] Pemilik modal dalam melakukan usahanya berusaha untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Dengan prinsip tersebut, pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna memperoleh keuntungan bersama, tetapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untuk kepentingan-kepentingan pribadi.

Pengertian Kapitalisme atau kapital ialah sistem ekonomi di mana perdagangan, pabrik dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan kapitalisme ialah mencapai profit dalam ekonomi pasar. Pemilik modal dalam melaksanakan usahanya berusaha untuk menggapai profit sebesar-besarnya. Dengan dasar tersebut, pemerintah tidak dapat melakukan campur tangan pasar buat memperoleh profit bersama-sama, tetapi campur tangan pemerintah dilakukan dengan cara besar-besaran untuk kepentingan-kepentingan pribadi.

APA CIRI-CIRI KAPITALISME?

  • Adanya dua kelas sosial di masyarakat. Yang pertama adalah para kapitalis dan yang kedua adalah para pekerja.
  • Keuntungan dicari sebesar-besarnya oleh pelaku ekonomi. Jadi, produk tidak dibuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Melainkan hanya bisa diberikan jika ada yang sanggup untuk membayar terhadap produk tersebut.
  • Sedikit campur tangan pemerintah. Pemerintah hanya membuat peraturan yang berkaitan dengan hak-hak pelaku bisnis.
  • Adanya kompetisi yang tinggi di antara para pelaku pasar.

Paham merkantilisme ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Memiliki sifat untuk memonopoli perdagangan. Negara dengan paham merkantilisme akan mencari segala cara untuk meningkatkan ekspor dengan menggunakan insdustri dalam negeri.
  2. Satu-satunya pemegang kekuatan ekonomi adalah negara
  3. Memiliki tujuan yaitu menumpuk kekayaan berupa logam mulia sebanyak-banyaknya
  4. Menerapkan peraturan dengan menetapkan bea masuk yang tinggi adar hasil industri lain tidak masuk ke negaranya
  5. Negara dengan paham merkantilisme akan mencari negara-negara jajahan untuk mencapai tujuannya
  6. Menganut permainan ekonomi global zero-sum yang berarti jika salah satu negara memperoleh, maka yang lain akan kehilangan.

Hubungan :Merkantilisme adalah suatu sistem dimana tolak ukur kekayaan suatu negara dilihat dari emas yang dimiliki. Semakin banyak suatu negara memiliki logam mulia akan semakin kaya. Sedangkan kapitalisme adalah suatu sistem ekonomi dimana perdagangan, industri dan alat2 produksi dikuasai oleh swasta dgn tujuan memperoleh keuntungan sebanyak2 nya. Dengan adanya merkantilisme dan kapitalisme sebagai latar belakang dan tujuan bagi negara2 yang barat untuk berlomba2 melakukan imperialisme dan kolonilisme untuk memenuhi ambisi mereka menjadi negara yang makmur dengan cara menjajah dan menguasai sda dari negara yang mereka kuasai


Sumber: https://pendidikanmu.com/