Guru tidak dapat memilih strategi atau metode pembelajaran yang sesuai.

Guru tidak dapat memilih strategi atau metode pembelajaran yang sesuai.

Karena dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai guru dapat menentukan strategi atau metode pembelajaran yang tepat dan sesuai, dan mampu mengaitkannya dengan karakteristik dan keunikan individu, jenis belajar dan gaya belajar dan tingkat perkembangan yang sedang dialami siswanya.

           6)      Guru tidak dapat memberikan bimbingan atau bahkan memberikan konseling

Tugas dan peran guru, di samping melaksanakan pembelajaran, juga diharapkan dapat membimbing para siswanya. Dengan memahami psikologi pendidikan, tentunya guru dapat memberikan bantuan psikologis secara tepat dan benar, melalui proses hubungan interpersonal yang penuh kehangatan dan keakraban.

           7)      Guru tidak dapat memfasilitasi dan memotivasi belajar peserta didik

Memfasilitasi artinya berusaha untuk mengembangkan segenap potensi yang dimiliki siswa, seperti bakat, kecerdasan dan minat. Sedangkan memotivasi dapat diartikan berupaya memberikan dorongan kepada siswa untuk melakukan perbuatan tertentu, khususnya perbuatan belajar. Tanpa pemahaman psikologi pendidikan yang memadai, tampaknya guru akan mengalami kesulitan untuk mewujudkan dirinya sebagai fasilitator maupun motivator belajar siswanya.

           8)      Tidak dapat menciptakan iklim belajar yang kondusif

Efektivitas pembelajaran membutuhkan adanya iklim belajar yang kondusif. Guru dengan pemahaman psikologi pendidikan yang memadai memungkinkan untuk dapat menciptakan iklim sosio-emosional yang kondusif di dalam kelas, sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan.

           9)      Tidak dapat berinteraksi secara tepat dengan siswanya

Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan memungkinkan untuk terwujudnya interaksi dengan siswa secara lebih bijak, penuh empati dan menjadi sosok yang menyenangkan di hadapan siswanya.

1         10)  Tidak dapat menilai hasil pembelajaran yang adil

Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan dapat mambantu guru dalam mengembangkan penilaian pembelajaran siswa yang lebih adil, baik dalam teknis penilaian, pemenuhan prinsip-prinsip penilaian maupun menentukan hasil-hasil penilaian.

BAB III

PENUTUP

3.1  Simpulan

Psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia dan lingkungannya dalam proses pembelajaran.

Manfaat penerapan psikologi pendidikan dalam mengajar yaitu Proses pembelajaran akan disesuaikan dengan karakteristik siswa, pemahaman alami aktivitas belajar di dalam kelas, pembelajaran akan bervariasi karena adanya pemahaman perbedaan individual, memahami metode mengajar yang efektif digunakan sebagai pendidik & pengajar, membelajaran akan menyenangkan karena guru bisa menghadirkan suasa yang menyenangkan bagi siswa tentunya dengan memperhatikan karakter dan kesukaan siswa, pembelajaran menjadi lebih efektif karena siswa antusias mengikuti proses pembelajaran.

Manfaat penerapan psikologi pendidikan bagi pendidik yaitu: peka terhadap perilaku dan kebutuhan para peserta didik untuk belajar, mengembangkan diri sendiri untuk menjadi manusia pembelajar dan dapat membagi ilmunya pada orang lain secara profesional, mengetahui teknik-teknik yang tepat untuk memaksimalkan potensi belajar anak didik, guru mampu memahami problem anak didik dan sebab-sebab timbulnya problem dll.

Hambatan jika tidak menerapkan psikologi pendidikan dalam mengajar yaitu: tidak tercapainya tujuan pembelajaran, proses belajar mengajar tidak berlangsung baik, efektif dan menyenangkan, terjadi pendiskriminasian terhadap siswa dan guru tidak dapat merumuskan tujuan pembelajaran secara tepat.