Sulit atau mudahkah astronot melihat Gerhana Bulan Total?

Sulit atau mudahkah astronot melihat Gerhana Bulan Total?

Sulit atau mudahkah astronot melihat Gerhana Bulan Total

Menyaksikan Super Blue Blood Moon yang terjadi hari ini akan mudah bagi jutaan orang di seluruh dunia dengan syarat langit cerah. Orang cuma menengadah ke langit untuk melihat gerhana bulan total itu.

Lantas bagaimana para astronot yang berada di luar angkasa, tepatnya di Stasiun Antariksa Internasional (ISS)?

Bagi astronot ISS cuaca memang tak menjadi penghalang. Tetapi masalah terbesar

melihat fenomena alam itu dari ruang angkasa adalah bagaimana astronot bisa berada tepat waktu dan tepat tempat saat fenomena itu terjadi, sekaligus berada pada jendela mana yang mengarah tepat ke bulan.

“Pengendali penerbangan telah menganalisis dan ada peluang bagi astronot untuk menyaksikan gerhana bulan,” kata juru bicara NASA Dan Huot kepada Space.com via email.

Huot mengatakan stasiun antariksa akan melewati bayangan Bumi tepat saat gerhana sehingga memberi kesempatkan kepada para awak Ekspedisi 54 untuk menyaksikan permukaan Bulan ditutupi bayangan coklat kemerahan Bumi.

Baca juga: Menit ke menit fase terbentuknya “Super Blue Blood Moon” 2018

Tetapi karena mereka sibuk, maka para astronot tidak akan bisa berada di depan

jendela yang menghadapi Bulan saat gerhana terjadi, kata Huot.

Pengendali penerbangan akan mengarahkan jendela menghadapi bulan di mana para astronot bisa menyaksikan gerhana, tetapi mengingat gerhana terjadi di tengah jam sibuk kerja astronot, maka “kami tak bisa memastikan apakah mereka memiliki waktu senggang untuk mengambil foto.”

Sekalipun tidak ada awak yang tak punya kesempatan untuk mengabadikan

gerhana bulan, tetapi paling sedikit satu kamera di ISS masih bisa membidik Bulan selama gerhana.

Huot mengatakan sistem pengendali penerbangan “kemungkinan akan melihat Bulan di video dengan memanfaatkan salah satu kamera luar stasiun antariksa, tapi itu masih tergantung kepada apakah ada saluran downlink video yang bisa dipakai.”

 

sumber :

https://mhs.blog.ui.ac.id/abd.jalil/whatsapp-mod/