Ciri Iklim Di Indonesia

Ciri Iklim Di Indonesia

            Tropis dapat diartikan sebagai suatu daerah yang terletak di antara garis isotherm di bumi bagian utara dan selatan, atau daerah yang terdapat di 23,5° lintang utara dan 23,5° lintang selatan. Pada dasarnya wilayah yang termasuk iklim tropis dapat dibedakan menjadi daerah tropis kering yang meliputi stepa (baca: bioma stepa), savanna kering (baca: ciri-ciri savannabioma savanna), dan gurun pasir (baca: bioma gurun) dan daerah tropis lembab yang meliputi hutan hujan tropis (baca: bioma hutan hujan tropiskeunikan hutan hujan tropis), daerah-daerah dengan musim basah dan savanna lembab.

Indonesia sendiri termasuk dalam iklim tropis basah atau daerah hangat lembab yang ditandai dengan:

  1.             Kelembaban udara yang relatif tinggi (pada umumnya di atas 90%)
  2.             Curah hujan yang tinggi
  3.             Temperatur tahunan di atas 18°C (dan dapat mencapai 38°C pada musim kemarau).
  4.             Perbedaan antar musim (baca: pembagian musim di Indonesia) tidak terlalu terlihat, kecuali periode sedikit hujan dan banyak hujan yang disertai angin kencang

Selain iklim tropis basah, ada pula iklim tropis kering dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  1.             Kelembaban udara yang relatif rendah (umumnya dibawah 50%)
  2.             Curah hujan yang juga rendah
  3.             Radiasi matahari ke wilayah yang memiliki iklim tropis kering langsung tinggi dan maksimal karena jarang terdapat awan
  4.             Banyak terdapat gurun pasir karena sangat jarang terjadi hujan
  5.             Pada sore hari sering terdengar ledakan batu-batu akibat perubahan suhu ekstrem
  6. Perubahan Iklim Global

            Perubahan iklim (climate change) adalah perubahan pola iklim dunia yang terjadi akibat keadaan awal yang stabil tidak akan kembali lagi ke keadaan semula. Hal ini ditandai dengan naiknya suhu permukaan bumi. Perubahan iklim bukan merupakan fenomena yang baru. Melirik beberapa tahun lalu, fakta sudah berbicara bahwa telah terjadi perubahan iklim yang diakibatkan oleh beberapa faktor seperti pemanasan global, bertambahnya aktivitas manusia, efek gas rumah kaca (GRK), dan lain sebagainya.

  1. Kadar karbondioksida di atmosfer yang meningkat

Laman Climate.gov mencatat kadar karbon dioksida di atmosfer yang kian meningkat. Tercatat, rata-rata karbon dioksida pada atmosfer secara global adalah 405 bagian per juta (ppm). Tingkat karbon dioksida saat ini lebih tinggi dari titik manapun sepanjang 800 ribu tahun terakhir.

  1. 2016 adalah tahun terpanas sepanjang rekor

NASA dan NOAA merilis suhu rata-rata global selama satu dekade terakhir. Hasilnya, tahun 2016 muncul sebagai tahun yang paling panas!

  1. 11 persen gas emisi merupakan akibat dari deforestasi

Laman Conversation mencatat adanya 11 persen gas emisi yang dihasilkan karena deforestasi. Istilah ini mengacu pada perusakan hutan seperti penebangan, penggundulan dan pengalihan lahan.

  1. 800 juta orang terancam akibat perubahan iklim global

Dari 7,7 miliar penduduk bumi, sekitar 11 persen populasi rentan terhadap dampak perubahan iklim global. 800 juta orang ini diperkirakan terdampak langsung terhadap kekeringan, banjir, gelombang panas, cuaca ekstrem dan kenaikan permukaan laut, ungkap laman Conversation.

  1. Hanya 0,7 persen lahan mangrove di bumi ini

Mangrove memiliki peran vital bagi bumi. Tetapi, jumlahnya kian sedikit dari tahun ke tahun. Tercatat, 0,7 persen dari hutan di dunia berwujud hutan bakau di pesisir.Meskipun sedikit, namun hutan mangrove menyimpan 10 kali lebih banyak karbon dibandingkan dengan hutan tropis. Selain itu, keberadaan mangrove juga penting untuk ekosistem dan kehidupan biota laut di pesisir pantai.

https://areaponsel.com/spartan-wars-apk/