Internalisasi Pembelajaran Integritas

Internalisasi Pembelajaran Integritas

Internalisasi Pembelajaran Integritas

Internalisasi Pembelajaran Integritas

Internalisasi nilai-nilai integritas dalam sistem pembelajaran harus memperhatikan empat hal yaitu: (1) pengertian atau pemahaman terhadap karakter integritas, (2) perasaan integritas, (3) tindakan integritas, dan (4) internalisasi nilai-nila keimanan, etika, serta moral.

  1. Intensi Perilaku Antikorupsi

Setiap perilaku yang dilakukan secara sadar berasal dari potensi perilaku disebut dengan intensi. Potensi intensi perilaku tersebut adalah sikap, yang terdiri dari tiga faktor yaitu kognisi, afeksi dan psikomotor, dimana ketiganya bersinergi membentuk suatu perilaku tertentu. Dengan demikian, perilaku korupsi/antikorupsi yang dimunculkan oleh individu didasari oleh adanya intensi perilaku korupsi/anti-korupsi yang didalamnya terjadi sinergi tiga faktor kognisi, afeksi dan psikomotorik. Metode matakuliah anti-korupsi hendaknya memberikan sinergi yang seimbang antara ketiga komponen tersebut, sehingga benar-benar dapat berfungsi untuk memperkuat potensi perilaku anti-korupsi mahasiswa. Pada dasarnya potensi anti-korupsi ada pada diri setiap individu mahasiswa, dan adalah tugas dosen untuk memperkuatnya.

  1. Konsep Teori Planned Behaviour

Terdapat 3 (tiga) komponen utama pembentuk intensi perilaku yaitu:

  1. Attitude Toward Behavior yang dipengaruhi oleh behavioral belief, yaitu evaluasi positif ataupun negatif terhadap suatu perilaku tertentu.
  2. Normative belief yang dipengaruhi oleh subjective norms di sekeliling individu yang mengharapkan si individu sebaiknya berperilaku tertentu atau tidak.
  3. Control belief yang dipengaruhi oleh perceived behavior control, yaitu acuan kesulitan dan kemudahan untuk memunculkan suatu perilaku.

Matakuliah Antikorupsi berfungsi untuk mempengaruhi ketiga komponen (behavioral beliefs, normative beliefs, control beliefs) tersebut secara kuat sehingga dapat menyumbang pada pembentukan attitude toward behavior, subjective norm, dan perceived behavioral control mahasiswa, yang selanjutnya dinamika ketiganya akan menentukan tingkat kekuatan intensi perilaku antikorupsi mahasiswa.

  1. Konsep Pembelajaran Berpusat Pada Siswa (Student Centered Learning)

SCL merupakan orientasi baru pendidikan yang dianggap lebih tepat dalam membentuk kompetensi utuh siswa. Konsep SCL adalah sebagai berikut:

  1. Pembelajaran merupakan proses aktif mahasiswa yang mengembangkan potensi dirinya.
  2. Pengalaman aktif mahasiswa harus bersumber/relevan realitas sosial, masalah-masalah yang berkaitan profesi, berkaitan masalah-masalah sosial seperti pelayanan umum, dll.

sumber :
https://www.mutumed.co.id/sky-explorers-apk/