Model-model Perancangan Sistem

Model-model Perancangan Sistem

Model-model Perancangan Sistem

Model-model Perancangan Sistem
Model-model Perancangan Sistem

Sebelum pembicaraan mengenai konsep peta, perlu ditanyakan bagaimana dan prosedur apa yang perlu dipertegas dalam pengertian peta tersebut. Dalam menyajikan realitas muka bumi, bentuk kenampakan 3D adalah unsur spasial dari geografisnya. Sedang untuk membuat peta hanya diperlukan kenampakan 2D dari koordinat proyeksi, dan mempunyai sifat berupa unsur-unsur spasial yang dapat ditransformasi, rotasi, penyesuaian skala dan posisi.

Konsep suatu peta yang digunakan untuk menunjang SIG sebenarnya tidak jauh beda dengan apa yang telah biasa dilakukan dalam pelaksanaan pemetaan topografi. Hal-hal serta unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah :

· Proyeksi Peta
· Skala Peta
· Resolusi dari Peta
· Isi Peta

Proyeksi Peta

Banyak sekali jenis-jenis proyeksi peta yang ada dan yang mempunyai karakteristik sendiri-sendiri untuk lokasi geografi yang berbeda. Di daerah dekat kutub tentu pemilihan proyeksi petanya sangatlah berbeda dengan di daerah katulistiwa, demikian juga pada daerah-daerah yang spesifik lainnya.

Tapi pemilihan proyeksi ini adalah tergantung dari instansi atau pelaksana yang memakai topik-topik tertentu, umpamanya :

· Peta-peta tematik cenderung memakai Equal Area projection mengingat distribusi data memerlukan perbandingan area yang sama untuk semua lokasi.
· Peta-peta untuk presentasi sebaiknya memakai proyeksi Conform.
· Peta-peta untuk navigasi sebainya memakai proyeksi dengan arah yang benar (karena untuk navigasi) atau Mercator maupun proyeksi equidistant.
· Dan banyak lagi jenis proyeksi yang lain

Hal yang perlu diingat juga mengenai luas area yang akan dipetakan, apakah benua, kepulauan, propinsi, kabupaten dan unit area yang makin kecil lainnya. Ini sangat memegang peranan dalam menentukan pemilihan proyeksinya.

Yang terpenting disini adalah seluruh data dalam sistem harus diletakkan pada satu jenis proyeksi yang sama, jadi mempunyai koordinatsistem yang seragam.

Skala Peta

Skala peta sangat berhubungan sekali dengan isi detail dari peta itu sendiri. Untuk masukan data guna dipakai dalam perencanaan SIG global, skala kecil mungkin lebih cocok jika dibandingkan dengan skala besar seperti peta dasar rupa bumi Indonesia.

PETA SKALA BESAR = PETA BANYAK DETAIL

Kembali disini berperan tema serta tujuan dari pembentukan SIG yang akan sangat menentukan pemilihan skala peta yang digunakan untuk menjadi dasar referensi data spasialnya. Sebagai contoh, dalam melaksanakan SIG perkotaan ada beberapa tingkat skala yang perlu dipergunakan agar tujuan SIG perkotaan tersebut dapat tercapai.

Untuk melihat liputan area yang tercakup dari daerah perkotaan (DKI Jakarta) digunakan peta skala 1 : 50.000. Dan ini dipergunakan untuk menunjukkan indeks peta, batas administrasi dari tingkat wilayah, kecamatan sampai pada tingkat kelurahan . Peta distribusi titik kontrol, jaringan jalan dan peta zoning, skala 1:20.000 dapat menunjang untuk keperluan ini.

Sedang untuk perencanaan, ke-tatakotaan, peta 1:1000 digunakan sehingga perkiraan lokasi persil, IMB, tapak rumah, dsb., dapat dimonitor.

Sumber : https://synthesisters.com/battle-sea-3d-apk/