RODA ORANG-ORANG TIDAK PENTING

RODA ORANG-ORANG TIDAK PENTING

RODA ORANG-ORANG TIDAK PENTING

RODA ORANG-ORANG TIDAK PENTING
RODA ORANG-ORANG TIDAK PENTING

Berapa banyak orang sudah mengkastakan orang lain sebagai orang penting dan tidak penting?

Seberapa sering kita lebih mematuhi orang penting daripada tidak penting?

Awareness seseorang tentang orang penting biasanya terkait dengan mereka yang punya jabatan tinggi, kekayaan tertentu, dan kedudukan sosial tertentu.

Sering sekali saya mendengar betapa bangganya orang-orang bergunjing, “Eh, gue diundang ke pesta X yang punya ini, si Y yang kedudukannya ini, dan sebagainya.”

Betapa bangganya orang bercerita kalau mereka sudah diundang atau mengenal orang-orang penting. Satu yang menunjukkan posisi mereka berbeda karena mengenal akrab orang-orang penting.

Apalagi kalau sudah membicarakan kekayaan dan kedudukan. Wah! Gunjingan yang gak ada habisnya. Seolah-olah mereka yang mengenal orang-orang penting sudah cukup penting untuk berbicara hal-hal kekayaan dan kedudukan.

Coba kalau kita diundang ke pesta pernikahan orang penting, dengan cepat kita urus beli gaun / baju yang wah, beda banget kalau yang mengundang orang biasa dan di tempat super biasa, kita akan mencari sejuta alasan via SMS (biasanya) untuk minta maaf gak bisa datang karena beribu alasan yang terkesan logis dan minta dimengerti.

Mereka semua lupa, kalau orang-orang penting berasal dari mereka yang tidak penting.

Pak Singgih Gunawan (salah satu dari Board of Directors Kapal Api Group)
pernah bercerita kepada saya, pada tahun 1970-an betapa susahnya memasarkan kopi kapal api pada jaman tersebut, sedikit orang yang mau membantu memasarkan. Karena waktu itu merek tidak terkenal, tidak punya nama besar. Sekarang? Kondisi sudah berbeda, kopi Kapal Api sudah menjadi market leader. Dan hebatnya pak Singgih sampai sekarang masih mengenal dan mengingat mereka-mereka yang dulu pernah membantu menjualkan kopi pada jaman susah. Dulu beliau bukan termasuk orang penting tapi sekarang… beliau sudah menjadi salah satu pengusaha yang memiliki grup cukup diperhitungkan di tanah air.

Kita seringkali meremehkan orang-orang yang tidak penting dan tidak memiliki satu kedudukan / kekayaan tertentu. Sadarkah kita kalau mereka yang tidak penting suatu hari bakal menjadi orang penting? Sadarkah kita kalau kita sendiri dimata orang-orang penting apakah sudah cukup penting untuk disapa?

Saya sudah cukup banyak menyaksikan teman-teman kuliah dulu yang termasuk kategori teman-teman yang dipandang tidak penting (berasal dari keluarga biasa, nilai IPK biasa) sekarang sudah tumbuh menjadi manajer di perusahaan besar atau pengusaha yang hebat (menjadi orang-orang yang dipandang penting).

Maka, marilah kita semua mulai memperlakukan orang, baik bawahan, rekan kerja, dan semua teman-teman kita sama pentingnya. Tidak ada lagi membedakan dalam “penting” dan “tidak penting”. Sudahkah anda memperlakukan semua orang sama pentingnya ?

Sumber : https://namabayi.co.id/skateboard-party-apk/