Morfologi dan Fisiologi Echinodermata

Morfologi dan Fisiologi Echinodermata

Morfologi dan Fisiologi Echinodermata

Morfologi dan Fisiologi Echinodermata

Keistimewaan Echinodermata adalah memiliki tubuh (organ tubuh) lima atau kelipatannya. Di samping itu, hewan ini memiliki saluran air yang sering disebut sistem ambulakral. Sistem ini digunakan untuk bergerak, bernafas, atau untuk membuka mangsanya yang memiliki cangkok. Ciri umum lainnya adalah pada waktu masih larva tubuhnya berbentuk simatris bilateral dan hidup sebagai plankton kemudian bermetamorfosa menjadi simetris radial ketika dewasa, tidak berkepala, tubuh tersusun dalam sumbu oval aboral.


Echinodermata tidakmempunyai sendi ataupun rangka untuk bergerak (walaupun Echinodermata mempunyai rangka luar), melainkan bergerak menggunakan sistem hidrolik saluran air (water vascular system) yang membantunya dalam pergerakan. Sistem saluran air mempunyai banyak tonjolan-tonjolan yang disebut sebagai kaki tabung (tube feet) pada bagian ventral lengan yang membantunya dalam pergerakan dan makan. Tubuh tertutup epidermis tipis yang menyelubungi rangka messodermal (rangka di dalam). Rangka terdiri atas ossicle atau pelat-pelat kapur yang dapat digerakkan atau tidak. (Rani Triana, Dewi Elfidasari,Indra Bayu Vimono 2015).


  • Sistem Gerak

Pada sebagian hewan dari filum Echinodermata bergerak dengan menggunakan kaki ambulakral (kaki pembuluh). Gerakan pada kaki ambulakral dapat terjadi akibat perbedaan tekanan air. Kaki ambulakral memiliki rongga dan merupakan kelanjutan dari sistem pembuluh air yang berfungsi untuk bergerak atau bahkan bernapas dan membuka cangkang mangsa buruannya.


Sistem pembuluh air terdiri dari bagian-bagian berikut.

  1. Madreporit, merupakan lempeng dorsal yang berlubang-lubang sebagai tempat masuknya air laut kedalam sistem pembuluh air.
  2. Madreporikus (saluran batu), yaitu saluran penghubung antara madreporit dengan saluran cincin
  3. Sirkomolaris (saluran cincin), merupakan saluran melingkar yang mengelilingi mulut
  4. Saluran radialis, yaitu cabang dari saluran cincin yang menuju ke setiap lengan dan berujung pada kaki
  5. Setiap kaki ambulakral (kaki tabung) berhubungan dengan gelembung otot yang disebut ampula.

Pada sebagian hewan echinodermata yang pergerakannya tergantung pada kaki ambulakral seperti bintang laut jika ampulanya berkontraksi, maka air akan tertekan masuk kedalam kaki ambulakral, yang berakibat kaki ambulakral berubah menjulur panjang, dan apabila bintang laut akan bergerak ke sebelah kanan, maka kaki ambulakral di sebelah kanan akan memegang benda di bawahnya sementara kaki lain bebas. Selanjutnya ampula akan mengembang kembali dan air akan bergerak berlawanan dengan arah masuk sehingga kaki ambulakral yang memegang benda tadi memendek dan menyeret tubuh hewan ini kearahnya. Disamping kaki ambulakral pergerakan bintang laut dalam air dibantu oleh lengan-lengannya.


  • Sistem Peredaran Darah dan Sistem Syaraf

Sistem peredaran darah pada echinodermata umumnya tereduksi dan sukar diamati. Sistem peredaran darah terdiri dari pembuluh darah yang mengelilingi mulut dan dihubungkan dengan lima buah pembuluh radial ke setiap bagian lengan. Sistem saraf terdiri dari cincin saraf dan tali saraf pada bagian-bagian lengannya. Selain itu echinodermata tidak memiliki otak.


  • Sistem Pencernaan Makanan

Sistem pencernaan makanan pada echinodermata dimulai dari mulut yang berada di bagian ventral atau oral (menghadap ke bawah), kemudian selanjutnya adalah faring, kerongkongan, lambung, usus, dan anus. Pada sebagian echinodermata lambung ini bercabang lima dan masing-masing menuju ke arah lengan.


Anus terletak di bagian dorsal (permukaan aboral) dan pada sebagian hewan echinodermata tidak berfungsi sehingga bahan-bahan makanan yang tidak tercerna dikeluarkan lagi melalui mulut. Makanan echinodermata beragam mulai dari kerang, plankton, sampai organisme yang mati. Dengan ini bisa dikatakan sistem pencernaan rata-rata hewan echinodermata cukup berkembang.


  • Sistem Pernapasan dan Ekskresi

Pada umumnya echinodermata bernapas dengan menggunakan paru-paru kulit yang merupakan penonjolan pada dinding rongga tubuh (selom) yang tipis dan dilindungi oleh silia dan pediselaria, pada bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida, sementara sisa-sisa metabolisme yang terjadi di dalam sel-sel tubuh akan diangkat oleh sel-sel ameboid ke paru-paru kulit dan selanjutnya akan dilepaskan keluar tubuh.


  • Sistem Reproduksi

Echinodermata mempunyai jenis kelamin yang terpisah yaitu terdapat jantan dan betina. Dengan saluran reproduksi yang sederhana, terdapat juga hewan-hewan echinodermata yang bersifat hermafrodit. Pada echinodermata fertilisasi (pembuahan) berlangsung secara eksternal atau terjadi di luar tubuh, yaitu di dalam air laut. Telur yang telah dibuahi akan cepat membelah sehingga menghasilkan blastula yang selanjutnya akan berkembang menjadi gastrula lalu menjadi larva yang berbentuk simetri bilateral. Larva ini pada umumnya bersilia dan memiliki ukuran mikroskopis, larva ini kemudian berenang bebas dan mengalami metamorfosis menjadi bentuk dewasa yang berbentuk simetri radial.


Baca Juga :