Dampak Imperialisme

Dampak Imperialisme

Dampak Imperialisme

Dampak Imperialisme

1. Bidang Politik

  1. Terciptanya tanah-tanah jajahan.
  2. Terjadi politik pemerasan.
  3. Berkonbarnya perang kolonial.
  4. Timbulnya politik dunia.
  5. Timbulnya nasionalisme.

2. Bidang Ekonomis

  • Negara imperialis menjadi pusat kekayaan, sementara negara jajahan menjadi miskin.
  • Melenyapkan perniagaan bangsa jajahan.
  • Perdagangan dunia meluas.
  • Adanya lalu-lintas dunia.
  • Surplus modal dan penanaman modal di tanah jajahan.
  • Kekuatan ekonomi penduduk asli tanah jajahan lenyap.

3. Bidang Sosial

  1. Negara imperialis hidup mewah, sedangkan yang dijajah serba kekurangan.
  2. Rasa harga diri meningkat pada bangsa penjajah, sementara bangsa yang terjajah direndahkan harga dirinya.
  3. Segala hak ada pada negara imperialis.
  4. Munculnya gerakan Eropanisasi.

4. Bidang Pendidikan

Pembangunan pendidikan telah mempercepat mobilitas penduduk. Sekolah-sekolah yang didirikan di perkotaan telah menarik minat yang besar dari penduduk sekitarnya. Banyak penduduk yang berpindah dari satu kota ke kota lainnya karena alasan sekolah. Misalnya, para priyayi dari berbagai kabupaten di Jawa Barat banyak yang berpindah ke Bandung untuk sekolah.


Lulusan dari sekolah di sana ada yang tetap bermukin di kota tersebut, ada juga yang kembali ke daerah asalnya atau ke daerah lain tempat  mereka bekerja. Pendidikan yang berkembang di Indonesia pada abad ke-19 menggunakan sistem yang diselenggarakan oleh organisasi agama Kristen, Katholik dan Islam. Sistem persekolahan Islam menggunakan sistem pesantren. Di luar itu, pemerintah kolonial menerapkan system


Usaha-usaha yang dilakukan oleh kolonial Belanda dalam bidang pendidikan tidak lain adalah untuk keuntungan pemerintahan Belanda, yaitu menghasilkan pegawai administrasi Belanda yg murah, terampil, dan terdidik. Selain itu Pemerintah Belanda menyusun kurikulum pendidikannya sendiri, akibatnya perkembangan pendidikan dan pengajaran di Indonesia sampai abad ke -19 menunjukkan kecenderungan Politik dan Kebudayaan. Tidak semua masyarakat mendapatkan pendidikan, masyarakat yang mempunyai jabatan lah yang dapat merasakan pendidikan, seperti keturunan raja, keturunan bangsawan, pengusaha kaya, dan yang lainnya.


Para Pahlawan kita lah yang mengajarkan pendidikan kepada rakyat – rakyat jelata, dengan tujuan agar masyarakat Indonesia tidak lagi dibodoh-bodohi oleh para kolonial Belanda.


Baca Juga :