Pemecahan Saham (Stock Split)

Pemecahan Saham (Stock Split)

Pemecahan Saham (Stock Split)

Pemecahan Saham (Stock Split)
Pemecahan Saham (Stock Split)

Salah satu faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran saham adalah tingkat harga saham tersebut. Semakin tinggi nilai pasar sebuah saham, semakin kecil saham itu dapat dibeli oleh kebanyakan orang. Manajemen perusahaan menginginkan sahamnya dimiliki secara luas untuk menjaga hubungan dengan masyarakat yang lebih baik. Karenanya mereka berharap memiliki nilai pasar yang cukup rendah sehingga termasuk dalam batas kemampuan mayoritas investor potensial. Untuk mengurangi nilai pasar saham, cara yang biasa dipakai agar sahamnya tetap berada dalam rentang perdagangan optimal adalah pemecahan saham (Stock Split), sehingga daya beli investor terutama kecil akan meningkat.

F.1. Pengertian Perusahaan Saham (Stock Split)

Pengertian pemecahan saham adalah penempatan sejumlah besar saham tambahan atas pemegang saham yang sudah ada, dimana uang tunai tidak bersangkutan dalam transaksi ini (Tracker,1991:97). Pendapat lain yang menyatakanbahwa stock split atau pemecahan saham adalah memecah selembar saham menjadi n lembar. Harga perlembar saham baru setelah stock split adalah sebesar 1/n dari harga sebelumnya. Dengan demikian sebenarnya stock split hanya mengubah nilai nominal atau nilai ditetapkan dan jumlah saham yang beredar tanpa adanya pembayaran terhadap perusahaan. Dari sisi akuntansi tidak ada pencatatan untuk suatu pemecahan saham, namun rincian mengenai perubahan nilai dan jumlah saham yang beredar biasanya diungkap kan dalam catatan atas laporan keuangan. (Jogiyanto, 1995:50).

Baker melakukan penelitian dengan menggunakan sampel perusahaan pada tahun 1933 dan menemukan bahwa setelah pemecahan saham dilakukan ternyata harga saham meningkat, namun yang digaris bawahi olehnya adalah kenaikan harga saham tersebut bukan disebabkan oleh pemecahan saham. Baker menyimpan, sebenarnya harga saham lebih dipengaruhi oleh pengumuman deviden oleh perusahaan-perusahaan yang melakukan pemecahan saham tersebut (Ewijaya, 1999: 54).

Penemuan Baker tersebut diperkuat oleh Fama yang mengatakan bahwa dalam pasar yang efisien. Pengaruh publikasi pemecahan saham terhadap harga saham akan semata-mata disebabkan oleh informasi tentang kemungkinan perubahan deviden tersebut. Mereka menemukan bahwa 80% sampel yang digunakan mengalami peningkatan harga saham setelah pengumuman pemecahan saham. (Ewijaya, 1999 : 54).

Fama,Fisher,Jensen dan Rool mereka adalah yang pertama memakai metode tentang pembahasan publikasi stock split dengan harga saham. Mereka menggunakan data bulanan untuk mempelajari hampir semua pemecahan yang sesuai pada NYSE (New York Stock Exchange) antara tahun 1929 dan 1059.

Dari hasil penelitian Fama,Fisher,Jensen dan Rool, diperkirakan dari 80% kasus yang ada stock split disebabkan oleh adanya kenaikan pada deviden. Naiknya deviden pada suatu saham tertentu membuat harga saham menjadi naik, sehingga mempengaruhi pemegang saham untuk memperhitungkan lagi tindakan apa yang seharusnya dilakukan, jika deviden naik dan mengakibatkan harga saham juga naik. Naiknya harga saham yang terus-menerus ini akan mengakibatkan transaksi penjualan lembar saham dipasar modal jadi naik. Jadi untuk menaikan deviden perusahaan harus benar-benar yakin kalau telah terjadi kenaikan yang permanent didalam keuntungan perusahaan, untuk mendukung kenaikan pembayaran deviden. Kenaikan didalam melayani deviden adalah sebagai tanda dari menejemen bahwa sifatnya permanen. Hasil penelitian saham mengenai pemecahan saham yang ditunjukan oleh Jonhson menunjukan bahwa harga saham bereaksi positif dan signifikan terhadap pengumuman pemecahan saham.

Kesimpulan lain yang diperoleh, yaitu deviden tidak signifikan mempengaruhi harga saham (Robert. A Haugen, 1997 : 668). Ewijaya, Nur Indrianto (1999) menganalisis pengumuman stock split pada periode 1999. Dari analisis tersebut menunjukan bahwa pengumuman stock split tidak mempengaruhi harga saham. Umi Salamah (2001) dalam judulnya pemecahan saham periode tahun 1999 menghasilkan analisis bahwa stock split mempengaruhi harga saham.

Hasil-hasil penelitian mengenai perubahan publikasi pemecahan saham terhadap harga saham dan return saham yang ditunjukan peneliti sebelumnya masih sangat membingungkan. Artinya ada sebagian peneliti menyimpulkan bahwa publikasi pemecahan saham dam return saham tidak mempunyai pengaruh yang signifikan, namun ada sebagian peneliti yang menyimpulkan bahwa publikasi pemecahan saham ternyata mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham dan return saham.

Baca Juga :