Mekanisme Operasional BMT

Mekanisme Operasional BMT

Mekanisme Operasional BMT

Dikelola oleh Manajer, Teller, Marketting dan Pengurus. Dan BMT dibawah bimbingan kementrian kopersai dan UKM ( Usaha Kecil Menengah ).  Selain itu  BMT juga mempunyai visi dan misi agar mekanisme operasionalnya berjalan dengan baik. Diantaranya adalah:

Mekanisme Operasional BMT

Visi      : Harus mengarah pada upaya untuk mewujudkan BMT menjadi lembaga yang mampu meningkatkan kualitas ibadah , memakmurkan kehidupan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Misi      : Membangun dan mengembangkan tatanan perekonomian dan struktur masyarakat madani yang adil bermakmuran, berkemajuan, serta makmur, maju, berkeadilan, berlandaskan  Syariah dan ridho Allah SWT.

Adapun struktur organisasi dan job deskripsi BMT adalah sebagai berikut:
a) Rapat Umum Anggota (RUA)
Rapat umum anggota mempunyai kewenangan/kekuasaan tertinggi di dalam BMT. RUA memiliki tugas sebagai berikut :
1. RUA bertugas menetapkan AD dan ART BMT termasuk bila ada perubahan.
2. Kebijaksanaan umum di bidang organisasi, manajemen dan usaha BMT
3. Mengangkat Pengurus dan dewan syaria’ah BMT setiap periode. Juga dapat memberhentikan pengurus bila melanggar ketentuan-ketentuan BMT.
4. Menetapkan Rencana Kerja , anggaran pendapatan dan belanja BMT serta pengesahan laporan keuangan.
5. Melakukan pembagian Sisa Hasil Uasaha
6. Penggabungan, peleburan dan pembubaran BMT.

  1. b) Dewan Pengawas Syaria’ah
    Dewan Pengawas Syaria’ah berwenang melakukan pengawasan penerapan konsep syariah dalam operasional BMT dan memberikan nasehat dalam bidang syaria’ah. Adapun tugas dari Dewan ini adalah :
    Membuat pedoman syariah dari setiap produk pengerahan dana maupun produk pembiayaan BMT.
    2. Mengawasi penerapan konsep syariah dalam seluruh kegiatan operasional BMT.
    3. Melakukan pembinaan/konsultasi dalam bidang syari’ah bagi pengurus, pengelola dan atau anggota BMT.
    4. Bersama dengan dewan pengawas syari’ah BPRS dan ulama/intelektual yang lain mengadakan pengkajian terhadap kemungkinan perkembangan produk-produk BMT.
  2. c) Pengurus
    Pengurus memiliki Wewenang sebagai berikut :

  3. Melakukan segala perbuatan hukum untuk dan atas nama BMT.
    2. Mewakili BMT di hadapan dan di luar Pengadilan
    3. Memutuskan menerima dan pengelolaan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar.
    4. Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan BMT sesuai dengan tanggungjawabnya dan dan keputusan musyawarah anggota.


Adapun tugas dari pengurus adalah :
1. Memimpin organisasi dan usaha BMT.
2. Membuat rencana kerja dan rencana anggaran pendapatan dan belanja BMT.
3. Menyelenggarakan rapat anggota pengurus
4. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pada rapat umum anggota.
5. Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris serta adminsitrasi anggota.

  1. d) Pembina manajemen
    Pembina manajemen mempunyai wewenang melakukan pembinaan dan pengawasan serta konsultasi dalam bidang manajemen BMT.
    Adapun tugasnya adalah :
    Memberikan rekomendasi pelaksanaan sistim bila diperlukan.
    2. Memberikan evaluasi pelaksanaan sistem
    3. Pembinaan dan pengembangan sistem
  2. e) Manajer BMT


Manejer BMT memimpin jalannya BMT sehingga sesuai dengan perencanaan, tujuan lembaga dan sesuai kebijakan umum yang telah di gariskan oleh dewan pengawas syari’ah. Adapun tugasnya adalah :


  1. Membuat rencana pemasaran, pembiayaan, operasional dan keuangan secara periodik
    2. Membuat kebijakan khusus sesuai dengan kebijakan umum yang digariskan oleh dewan pengurs syaria’ah.
  2. Memimpin dan mengarahkan kegiatan yang dilakukan oleh staffnya.
    4. Membuat laporan pembiayaan baru, perkembangan pembiayaan, dana, rugi laba secara periodik kepada dewan pengawas syariah.
  1. f) Ketua Baitul Maal
    Ketua baitul Maal mendampingi dan mewakili manajer dalam tugas-tugasnya yang berkaitan dengan pelaksanaan operasional baitul maal. Adapun tugasnya adalah :
    Membantu manajer dalam penyusunan rencana pemasaran dan operasional serta keuangan.
    2. Memimpin dan menarahkan kegiatan yang dilakukan oleh staffnya.
    3. Membuat laporan periodik kepada menejer berupa :
    a. Laporan penyuluhan dan konsultasi
    b. Laporan perkembangan penerimaan ZIS
    c. Laporan Keuangan
  2. g) Ketua Baitul Tamwil

Ketua baitul tamwil mendampingi dan mewakili manajer dalam tugas-tugasnya yang berkaitan dengan pelaksanaan operasional baitul tamwil. Adapun tugasnya adalah:


  1. Membantu manajer dalam penyusunan rencana pemasaran dan operasional serta keuangan.
    2. Memimpin dan mengarahkan kegiatan yang dilakukan oleh staffnya.
    3. Membuat laporan periodik kepada menejer berupa :
    a. Laporan pembiayaan baru
    b. Laporan perkembangan pebiayaan
    c. Laporan dana
    d. Laporan Keuangan
  2. h) Marketing/Pembiayaan

sumber :

https://multiply.co.id/ultimate-dog-simulator-apk/