Tiga Persoalan Pendidikan Sepanjang 2017 : Kurikulum, Guru dan Sarpras

Tiga Persoalan Pendidikan Sepanjang 2017 Kurikulum, Guru dan Sarpras

Tiga Persoalan Pendidikan Sepanjang 2017 : Kurikulum, Guru dan Sarpras

Tiga Persoalan Pendidikan Sepanjang 2017 Kurikulum, Guru dan Sarpras
Tiga Persoalan Pendidikan Sepanjang 2017 Kurikulum, Guru dan Sarpras

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sugeng Andono menilai, dunia pendidikan Indonesia sepanjang tahun 2017 tak lepas dari persoalan. Persoalan itu menurut Sugeng masih didominasi persoalan klasik seputar kurikulum, kompetensi guru dan sarana prasarana.

“Potret pendidikan tahun 2017 masih terus berbenah. Meskipun dari tahun ketahun bisa dibilang

stagnan dengan permasalahan klasik seputar kurikulum, kompetensi guru dan sarpras. Ketiga hal ini masih menjadi perbincangan hangat dan rasanya sangat lezat sebagai kudapat untuk menilai kinerja pemerintah dalam membangun dunia pendidikan,” ungkap Sugeng kepada Edupost.id, Selasa (26/12).

Tak hanya itu, carut marut Kurikulum 2013 juga masih harus menjadi perhatian bersama

. Di lapangan, penerapan kurikulum ini masih belum diterapkan secara menyeluruh. Akibatnya, berlaku dua kurikulum berbeda di dumia pendidikan Indonesia. Sebagian sekolah sudah menerapkan kurikulum 2013, sedangkan sebagian lainnya masih setia dengan kurikulum 2006.

“Tidak bisa dipungiri carut-marut kurikulum 2013 yang perlu dibenahi, baik dari sisi kebijakan maupun dari pelaksana lapangan seperti sekolah ataupun pendidik.

Pemetaan guru sebaiknya segera dilakukan guna mencari sisi lemah kualitas pendidikan.

Prestasi hasil belajar selama ini hanya bersifat monoton dan belum ada perubahan yang berarti.

“Ini bisa dilihat dari peringkat hasil evaluasi, peringkat atas masih diduduki sekolah kota yang notabene fasilitas lengkap. Sementara daerah pinggiran masih di peringkat bawah,” pumngkasnya. (Andi)

 

Sumber :

https://memphisthemusical.com/