MOS dan Puskesmas Masuk Sekolah

MOS dan Puskesmas Masuk Sekolah

MOS dan Puskesmas Masuk Sekolah

MOS dan Puskesmas Masuk Sekolah
MOS dan Puskesmas Masuk Sekolah

Bulan Agustus identik dengan masuknya peserta didik baru di berbagai jenjang pendidikan

, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Momen penerimaan peserta didik baru (PPDB) ini memberikan kesibukan yang “menyenangkan” bagi petugas Puskesmas Situraja, Kabupaten Sumedang.

Melalui hasil wawancara yang kami lakukan dengan Kepala Puskesmas Situraja, akan ada banyak permintaan diadakannya pemeriksaan kesehatan untuk penemuan dini kasus penyakit, serta penyuluhan kesehatan sebagai salah satu agenda dalam kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS).

Menurut pengalaman Puskesmas Situraja, penemuan dini dilakukan di berbagai jenjang pendidikan

mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA terhadap siswa-siswi baru di sekolah tersebut. Di sisi lain, kegiatan penyuluhan kesehatan yang dilakukan meliputi kesehatan reproduksi, NAPZA, dan HIV/AIDS.

Menariknya, permintaan untuk melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan oleh beberapa sekolah di wilayah kerja Puskesmas Situraja tidak serta merta terjadi. Awalnya, puskesmaslah yang meminta waktu untuk melakukan kegiatan penyuluhan di sekolah-sekolah tersebut.

Menurut Kepala Puskesmas Situraja yang kami wawancarai, mungkin sekolah-sekolah

tersebut telah melaksanakan manfaat dari penyuluhan kesehatan yang dilakukan sebelumnya, sehingga tahun ini pihak puskesmas tidak lagi menjadi pihak yang meminta, melainkan diminta untuk melakukan penyuluhan kesehatan.

Bercermin dari hal yang dialami Puskesmas Situraja tersebut, perkembangan upaya preventif dengan penemuan dini dan promotif berupa penyuluhan kesehatan tersebut patut diapresiasi. Tidak dapat dipungkiri, sebagian besar masyarakat Indonesia masih belum memiliki paradigma sehat dalam kehidupan sehari-hari. Belum mau tahu tentang hal-hal terkait kesehatan sebelum ia atau orang terdekatnya mengalami sakit.

 

Baca Juga :