Tujuan dan Manajemen Waktu

Tujuan dan Manajemen Waktu

Tujuan dan Manajemen Waktu

Tujuan dan Manajemen Waktu
Tujuan dan Manajemen Waktu

selamat sore agan-agan sekalian.bagaimana kabar kalian? pasti baik kan.alhamdulillah.kali ini admin akan membagi sedikit pengetahuan tentang tujuan individu dan kelompok.ternyata untuk menyatukan tujuan kelompok atau orang lain bukan hal yang mudah.karena terbentuk satu tujuan dan pada akhirnya membuat organisasi itu kokoh tanpa gulma.lho, kok gulma? ya.karena individu yang membantah dalam organisasi yang tidak di dasarkan karena memiliki tujuan yang sama dengan yang akan menghambat system.tetapi, memiliki tujuan yang berbeda pada organisasi tidak hanya memiliki sisi negatif, tetapi juga memiliki sisi positifnya.apa saja itu. ok.mari kita bahas.yang pertama,

Proses Control: Mengawasi dan memerintah bawahan setiap proses yang dilakukan untuk mendapatkan hasil yang bagus
Proses Coaching: Mengawasi, memerintah dan memberikan pelajaran untuk setiap proses yang dijalani sehingga barang terwasi dengan baik dan bawahan mendapatkan ilmu untuk membuat suatu output
*Investasi butuh coaching yang baik sehingga menghasilkan pekerja yang aktif dan produktif.

Ada dua metode investasi,yakni :
1. Metode bank

    Ketika suatu negara atau personal user memilih untuk menggunakan metode ini tentunya akan memperlihatkan suatu jarak antara si kaya dengan si miskin. Hal ini disebabkan karena adanya kebijakan – kebijakan yang dibuat dan ditetapkan oleh suatu institusi keuangan (Bank).
contohnya :
misal suatu bank memiliki bunga 2.5% pertahun kemudian si jono yang punya uang menginvestasikan uang sebesar Rp. 5 triliun.Dengan bunga bank ini saja si kaya mampu menghidupi keluarganya sedangakan apa bila ada si miskin menginvestasikan uang sebesar Rp.5 juta.dengan hanya mengandalkan bunga bank si pitung yang tidak punya uang tidak akan mampu menghidupi keluarganya.Dengan metode ini sangat terlihat jelas perbedaan si jono dan si pitung.

2. Metode Koperasi
Pada metode koperasi ini meminta pemilik modal untuk mengatur modalnya dalam bentuk suatu usaha yang nyata (membuka usaha atau menginveskan modalnya kepada pengusaha). Dengan menggunakan metode ini akan terciptanya suatu investasi yang sinergi dan seimbang, karena dengan semakin bertambahnya kesadaran untuk berwirausaha akan membantu dalam menumbuhkan kemajuan suatu negara.

Baca Juga: