Dosen Farmasi Unpak Berikan Penyuluhan Pentingnya Pengetahuan dan Pemahaman Penggunaan Obat yang Benar

Dosen Farmasi Unpak Berikan Penyuluhan Pentingnya Pengetahuan dan Pemahaman Penggunaan Obat yang Benar

Dosen Farmasi Unpak Berikan Penyuluhan Pentingnya Pengetahuan dan Pemahaman Penggunaan Obat yang Benar

Dosen Farmasi Unpak Berikan Penyuluhan Pentingnya Pengetahuan dan Pemahaman Penggunaan Obat yang Benar
Dosen Farmasi Unpak Berikan Penyuluhan Pentingnya Pengetahuan dan Pemahaman Penggunaan Obat yang Benar

Dosen Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pakuan Bogor (UNPAK), Sara Nurmala, M.Farm memberikan penyuluhan terkait penggunaan obat yang benar (DAGUSIBU) kepada pasien di Puskesmas Babakan Madang, Bogor, Senin (17/12).

Penyuluhan tersebut dilaksanakan bersama dosen lainnya Rini Ambarwati, M.Si, Apt dan Emy Oktaviani, M.Clin.Pharm., Apt dalam rangka pelaksanaan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat yang didanai Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pakuan (LPPM UNPAK).

Dalam acara Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut, Sara mengatakan bahwa Sangatlah penting bagi pasien yang untuk dapat memahami cara menggunakan obat yang mereka dapatkan ketika selesai berobat.

“Dewasa ini banyak masyarakat yang kurang memahami cara penggunaan obat yang benar

, khususnya masyarakat yang tinggal didaerah perkampungan dengan tingkat pendidikan yang rendah, kurangnya pemahaman mulai mereka menerima obat sampai perlakuan terhadap obat yang sudah tidak layak dipakai lagi. Ditambah kurangnya keingintahuan masyarakat mengenal hal ini sangatlah merugikan jika dibiarkan” ujarnya.

Penggunaan Obat yang Benar meliputi DAGUSIBU yaitu Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang obat dengan cara yang benar. Masyarakat harus mengetahui dari mulai mendapatkan resep obat mereka harus mendapatkan obat di Apotik yang berizin ditandai dengan Apotik yang memiliki Surat Izin Apotik (SIA) dan mendapatkan informasi obat dari Apoteker yang ada di apotik tersebut.

Setelah mendapatkan obat, masyarakat menggunakan obat tersebut sesuai aturan pakai yang sudah dijelaskan Apoteker. Biasanya masyarakat masih salah dengan aturan pakai obat seperti obat diminum 3 kali sehari, yang benar obat tersebut diminum setiap 8 jam sekali karena satu hari terdiri dari 24 jam.

Tetapi yang terjadi di masyarakat mereka masih meminum obat disesuaikan dengan jam makan yaitu sarapan,

makan siang dan makan malam yang mana jedanya tidak 8 jam. Inilah yang membuat terapi pasien tidak berjalan maksimal.

Disini peran Apoteker sangat penting dalam menyampaikan cara penggunaan obat yang benar pada Pasien agar terapi pasien berhasil. Masyarakat harus diedukasi berdasarkan jenis obat apa yang ia terima dan bagaimana cara menggunakannya.

Jangan sampai obat yang seharusnya diletakan dibawah lidah (sublingual) malah ditelan oleh pasien. Atau pasien malah tidak mengetahui bagaimana cara memakai salep mata dengan baik dan benar.

“Masyarakat juga masih banyak yang menggunakan obat tidak sesuai indikasi, penyalahgunaan pemakaian Antibiotik

, yang mana harusnya saat ini mendapatkan Antibiotik harus menggunakan resep dokter karena merupakan golongan Obat Keras tetapi pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang membeli Antibiotik tanpa resep dokter dan ini sangatlah berbahaya akan terjadinya resistensi jika penggunaannya tidak sesuai indikasi dan aturan pakai,” papar Sara.

Obat yang sudah kadaluarsa dan sudah rusak juga harus dibuang dengan cara yang benar. Hal ini yang harus disampaikan kepada masyarakat, jangan sampai masyarakat meminum obat yang ternyata sudah rusak atau kadaluarsa, sehingga malah membahayakan kesehatan. Disini pentingnya menumbuhkan kebiasaan masyarakat untuk mengecek masa kadaluarsa sebelum menerima atau membeli obat.

Pada penyuluhan ini juga dilakukan Tes Kesehatan Gratis meliputi pengecekan Tekanan Darah dan Gula Darah terhadap Pasien yang berobat di Puskesmas Babakan Madang, Bogor.

“Banyak pasien yang setelah diperiksa ternyata memiliki Tekanan Darah yang tinggi tetapi mereka tidak menyadari, dan ini yang menjadi tugas kami untuk memberikan konseling dan menyarankan mereka untuk memeriksakan kesehatannya lebih lanjut” ujar Sara.

Dengan Potensi Sumber Daya Manusia yang dimiliki, Univeritas Pakuan melalui LPPM Universitas Pakuan berkomitmen mengabdikan diri bagi Bangsa dan Negara dan berperan aktif melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya Pengabdian Kepada Masyarakat.(**)

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/