Reputasi Seseorang Dilihat dari Teman Bergaulnya

Reputasi Seseorang Dilihat dari Teman Bergaulnya

Suatu disaat seseorang memberitahukan kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz bahwa gubernur suatu lokasi yang baru dilantiknya pernah memegang jabatan terhadap pemerintahan Hajaj bin Yusuf. Saat itu juga Umar mengeluarkan perintah untuk memecat gubernur tersebut.

Mengetahui dirinya dipecat, gubernur berikut membela diri, “Saya sesungguhnya pernah bekerja terhadap pemerintahan Hajaj, tetapi tidak lama.”

Umar menanggapi pembelaan orang berikut bersama dengan berkata, “Pergaulanmu dengannya walau cuma sehari atau kurang dari sehari sudah cukup menjadikanmu orangyang buruk!”

Umar senantiasa teguh terhadap pendiriannya untuk memecat orang tersebut. Siapakah Hajar bin Yusuf sebenarnya? Mengapa reputasinya begitu tidak baik di mata Umar? Ternyata dia adalah gubernur zalim yang membunuhi para ulama juga putra Asma’ binti Abu Bakar, yaitu Abdullah bin Zubair.

Oleh gara-gara itu, Umar menilai bahwa orang-orang yang bekerja sama atau pernah bekerja sama bersama dengan gubernur zalim itu tidak lebih baik darinya.

Rasulullah saw bersabda, “Perumpamaan orang yang bergaui bersama dengan orang saleh adalah layaknya orang yang duduk bersama dengan penjual minyak wangi. Walaupun ia tidak beroleh minyak wangi, dia akan beroleh keharumannya. Sebaliknya, contoh orang yang bergaul bersama dengan orang jahat adalah layaknya orang yang duduk bersama dengan pintar besi. Walaupun dia tidak terkena percikan api, dia pasti akan terkena asapnya.” (HR Bukhari)

baca juga :