Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan-Biologi

Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan-Biologi

Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan adalah suatu sistem perkembangan ukuran dan volume serta jumlah sel secara irreversibel, yaitu tidak bisa kembali ke bentuk semula.
Perkembangan merupakan suatu sistem untuk menuju/mencapai kedewasaan pada makhluk hidup yang berwujud kualitatif, berarti tidak bisa dinyatakan bersama dengan suatu bilangan, jikalau seberapa dewasakah suatu makhluk hidup.

Pengaruh Faktor Luar (Eksternal) Terhadap Pertumbuhan Tumbuhan
Perlu Anda ketahui bahwa suatu tanaman didalam sistem pertumbuhannya sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor luar (eksternal).

Faktor-faktor eksternal / lingkungan yang berpengaruh sebagai berikut;
Iklim seperti cahaya, temperatur udara, air, angin, matahari dan gas.
Tanah meliputi tekstur dan struktur tanah, bahan organik, ketersediaan nutrien, dan pH.
Biologis, seperti gulma, serangga, mikroorganisme penyebab penyakit, nematoda macam-macam model herbivora, mikroorganisme tanah seperti bakteri pemfiksasi N2 dan bakteri denitrifikasi serta mikorhiza.
Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan yang merubah pertumbuhannya.

Faktor-faktor luar itu adalah sebagai berikut;
1. Cahaya/Sinar Matahari

Cahaya / sinar matahari sangat diperlukan tumbuhan hijau untuk kelangsungan hidupnya, sebab sinar matahari merupakan sumber daya yang digunakan untuk sistem berlangsungnya fotosintesis di didalam daun-daun tumbuhan hijau. Dari sistem fotosintesis dapat dihasilkan zat makanan yang sangat berpengaruh pada pembelahan sel pada perkembangan tanaman.

Namun pada kenyataannya, mengapa perkembangan tanaman yang memadai sinar matahari lebih lambat jikalau dibandingkan bersama dengan tanaman yang kekurangan sinar matahari?
Kecambah yang tumbuh dari biji dan diletakkan di tempat tidak ada sinar matahari (gelap) ternyata dapat tumbuh lebih cepat, mempunyai daun kecil dan tidak tebal berwarna kekuning-kuningan, batangnya lemah, dan akarnya tidak banyak, namun kecambah yang tumbuh dari biji dan diletakkan di tempat ada sinar matahari dapat tumbuh lebih lambat, mempunyai daun yang tumbuh di antara kotiledon, cepat menghijau dan tebal, batangnya kuat, dan akarnya banyak. Hal ini terjadi sebab pada daun yang tidak mendapat sinar matahari dapat mengandung air lebih banyak namun zat gulanya lebih sedikit. Akibatnya jumlah jaringan mesofil meningkat supaya daun yang terbentuk jadi lebih lebar dan tipis. Adapun pada daun yang mendapat sinar matahari dapat mengandung sedikit air dan jumlah gulanya banyak, akibatnya dapat cepat mengadakan respirasi dan fotosintesis, supaya daunnya jadi lebih tidak tipis menghijau, jaringan palisadenya berlapis-lapis, susunan kutikula menebal supaya terbentuk daun yang lebih tidak tipis dan sempit, berwarna hijau.

Perlu Anda ketahui juga, bahwa tiap tiap tumbuhan mempunyai tanggapan yang berbeda-beda pada periode penyinaran sinar matahari, yang disebut fotoperiodisme. Di tempat yang beriklim tengah dapat mengalami empat musim supaya tumbuh-tumbuhan dapat mengalami penyinaran yang begitu banyak ragam tiap tiap musim.

Berdasarkan tanggapan tumbuhan pada periode penyinaran inilah, tumbuhan bisa dikelompokkan menjadi: tumbuhan berhari pendek, tumbuhan berhari netral, dan tumbuhan berhari panjang. Berikut ini penjelasan lebih lanjutnya;
a. Tumbuhan berhari pendek
Tumbuhan berhari pendek merupakan tumbuhan yang bisa berbunga ketika periode gelap lebih panjang dari pada pencahayaan. Misalnya bunga dahlia, aster, strawberi, krisan.

b. Tumbuhan berhari netral
Tumbuhan berhari netral merupakan tumbuhan berbunga yang tidak dipengaruhi oleh lamanya/panjangnya hari penyinaran. Misalnya bunga matahari, mawar, dan kipas.

c. Tumbuhan berhari panjang
Tumbuhan berhari panjang merupakan tumbuhan yang berbunga ketika periode pencahayaan lebih lama/panjang daripada periode gelap. Misalnya bayam, selada, kentang, dan gandum.

2. Suhu (Temperatur)
Setiap sistem perkembangan dan perkembangan pada tumbuhan selamanya dipengaruhi oleh suhu lingkungannya. Agar perkembangan dan perkembangan pada tumbuhan optimal, maka diperlukan ada suhu ideal yang disebut temperatur optimum. Di Indonesia pada tempat tropis temperatur optimum tumbuhan berkisar antara 22º-37ºC, di tempat dingin / kutub temperatur optimumnya dapat lebih rendah daripada tempat tropis dan sebaliknya di tempat panas seperti hutan pasir dapat lebih tinggi dari tempat tropis.

Contohnya perkembangan jagung berkisar antara 30ºC–35ºC. Apabila tumbuhan masih bisa laksanakan perkembangan dan perkembangan pada temperatur rendah disebut temperatur minimum, sebaliknya jikalau tumbuhan masih bisa tumbuh dan berkembang pada temperatur tertinggi disebut temperatur maksimum. Apabila tumbuhan berada lebih rendah dari temperatur minimum atau lebih tinggi dari temperatur maksimum, maka tumbuhan itu dapat mati.

3. Kelembapan Udara
Kelembapan hawa di kurang lebih tempat tumbuhan sangat berpengaruh pada sistem perkembangan dan perkembangan tanaman tersebut. Umumnya tanah dan hawa kurang lebih yang kurang lembab (airnya cukup) dapat sangat baik atau cocok bagi perkembangan dan perkembangan tanaman, sebab pada suasana seperti itu tanaman menyerap banyak air dan penguapan (transpirasi) air makin lama menurun, supaya terlalu mungkin cepat terjadinya pembelahan dan pemanjangan sel-sel untuk raih ukuran maksimum. Tetapi ada model tumbuhan pada sistem perkembangan dan perkembangannya secara optimal justru berada pada suasana tidak lembab atau kering, contohnya pohon mangga yang dapat bertunas dan bersemi, apalagi berbuah pada sementara musim kemarau yang kurang air.

4. Air dan Unsur Hara Tanah
Air perlu diperlukan tumbuhan, sebab di didalam hidupnya tak kemungkinan tumbuhan bisa tumbuh dan berkembang tanpa memerlukan air.

Fungsi air bagi tumbuhan adalah sebagai berikut;
Fotosintesis
Mengedarkan hasil-hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan.
Sebagai pelarut inti sel didalam sistem perkembangan dan perkembangan.
Menentukan sistem transportasi unsur hara yang ada di didalam tanah.
Berperan didalam sistem metabolisme sel.
Apabila tumbuhan kekurangan unsur hara maka perkembangan dan perkembangannya dapat mengalami masalah / hambatan.

Unsur-unsur hara (nutrisi) didalam jumlah banyak yang diperlukan untuk perkembangan dan perkembangan tumbuhan disebut unsur makro, jikalau karbon, oksigen, nitrogen, hidrogen, sulfur, fosfor, kalsium, dan magnesium. Adapun nutrisi yang diperlukan didalam jumlah yang sedikit disebut unsur mikro, jikalau besi, klor, mangan, boron, seng, tembaga, dan nikel.

Apabila di didalam tanah terkandung sedikit unsur hara seperti kekurangan nitrogen, maka perkembangan akar dapat lebih cepat atau lebih besar, namun perkembangan tajuknya jadi terhambat atau kecil. Sebaliknya jikalau di didalam tanah kaya nitrogen maka perkembangan tajuk dapat lebih cepat daripada perkembangan akarnya. Dengan demikianlah terkandung pertalian erat antara perkembangan akar dan tajuk tanaman. Akar berfaedah untuk menyerap air tanah dan tajuk berfaedah untuk laksanakan sintesis senyawa organik (makanan).

5. Derajat Keasaman/pH
Derajat keasaman atau pH tanah sangat berpengaruh pada perkembangan dan perkembangan suatu tanaman. Contohnya tanah yang berwujud asam pada tanah padsolik merah kuning (PMK), supaya tanaman bisa tumbuh bersama dengan baik maka model tanah ini ditambahkan keasaman bersama dengan pengapuran.

Demikianlah ulasan mengenai Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan, yang pada kesempatan kali ini bisa dibahas bersama dengan lancar. Semoga ulasan di atas berfaedah bagi para pengunjung & pembaca. Kiranya memadai sekian, kurang lebihnya mohon maaf, semoga kamu sukses!!!

Baca Juga :