Surat Berusia 1800 Tahun Berisi 10 Rahasia Sukses

Surat Berusia 1800 Tahun Berisi 10 Rahasia Sukses

Surat Berusia 1800 Tahun Berisi 10 Rahasia Sukses

Surat Berusia 1800 Tahun Berisi 10 Rahasia Sukses
Surat Berusia 1800 Tahun Berisi 10 Rahasia Sukses

Pernah menonton Film The Red Cliff

atau membaca kisah Sam Kok (tiga kerajaan)? Jika pernah maka Anda tidak akan asing dengan nama seorang tokoh hebat yaitu Zhuge Liang, seorang penasihat jenius.

Kala itu, ia pernah menulis surat untuk anaknya. Surat yang ditulis 1800 tahun lalu itu berisi wejangan dan kebijaksaan yang tidak pernah lekang oleh zaman dan waktu hingga sekarang. Meski zaman sudah berubah drastis, namun surat ini bisa dijadikan pedoman untuk meraih kesuksesan.

Apa isi surat tersebut? Berikut adalah 10 isinya.

1. Kesederhaan

adalah hal yang sering diremehkan banyak orang namun sangat menjadi fondasi yang sangat penting untuk meraih prestasi. Jika kita ingin meraih keberhasilan atau kesuksesan, tidak perlu menggunakan teori rumit layaknya rumus fisika yang bikin rontok kepala. Sukses tidak butuh tindakan rumit dan canggih, melainkan tindakan sederhana namun konsisten adalah kuncinya.

2. Imajinasi

memungkinkan kita meraih apa yang sebelumnya tidak ada dan tidak mungkin. Zhuge Liang memberi nasihat supaya kita selalu berpikir ke depan agar tidak ketinggalan oleh arus perubahan kehidupan. Menurutnya imajinasi jauh lebih kuat daripada pengetahuan. Hal ini juga diamini oleh jenius Albert Einstein yang mengatakan imajinasi adalah segalanya dan merupakan penarik realitas yang akan datang.

3. Hargailah

waktu karena waktu tidak akan pernah kembali lagi. Waktu berlalu dengan sangat cepat. Oleh sebab itu, aturlah waktu dengan baik dan jangan sia-siakan waktu dengan melakukan hal yang tidak bermanfaat. Orang bisa memiliki lebih banyak uang, harta atau apa pun tapi tidak akan pernah bisa memiliki waktu. Tidak peduli siapa pun kita, setiap manusia diberi jatah waktu yang sama.

#4. Karakter menentukan siapa diri kita. Zhuge Liang menasihati anaknya agar menghargai proses dan tidak tergesa-gesa. Dalam pepatah Tiongkok dikatakan, “Diperlukan waktu hanya sepuluh tahun untuk menanam dan memelihara sebatang pohon, tapi diperlukan sedikitnya seratus tahun untuk membentuk karakter yang utuh.”

#5. Kecepatan untuk menyelesaikan sesuatu. Zhuge Liang menasihati anaknya agar tidak menunda apa yang bisa dikerjakan dan diselesaikan sekarang. Dengan menunda, berarti kita menghambat diri kita sendiri dalam pencapaian visi, misi dan tujuan hidup. Tidak ada waktu yang lebih baik dalam mengerjakan sesuatu selain sekarang.

#6. Berkontribusi pada orang banyak. Ia menekankan pentingnya memberi karena hal tersebut membuat kita menerima lebih banyak. Ini seperti hukum tabur tuai di mana kita akan memetik apa yang sudah kita tanam sendiri. Oleh sebab itu, kita seharusnya memberikan yang terbaik untuk orang lain, diantaranya keluarga, teman, sahabat, pasangan, kerabat, bangsa dan negara. Nama harum seseorang tergantung pada seberapa besar kontribusinya pada orang banyak.

#7. Belajar adalah kekuatan yang membuat kita maju dan sukses. Zhuge Liang meyakini bahwa kemampuan manusia tidak datang dari pembawaan sejak lahir, melainkan dari hasil proses pembelajaran yang dilakukan dengan tekun dan konsisten. Ia juga menyarankan supaya kita tidak berhenti belajar sampai kapan pun. Dengan belajar tanpa henti, secara tidak langsung kita membawa diri kita ke arah yang lebih baik setiap saat.

#8. Perencanaan itu penting sebelum melakukan sesuatu. Zhuge Liang menegaskan tentang pentingnya merencanakan hidup. Gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal. Dengan melakukan perencanaan dengan baik, tindakan kita lebih terarah pada tujuan yang ingin dicapai. Sebaliknya tanpa perencanaan, seringkali kita akan terseret keluar dari jalur yang semestinya. Kita akan kesulitan menyelesaikan apa yang ingin dicapai atau bahkan tidak akan selesai sama sekali.

#9. Hidup hemat menghindarkan kita dari kebangkrutan. Hidup sesuai kemampuan akan menyelamatkan diri kita dari jurang kemiskinan. Dengan hidup hemat, kita tidak bisa diperbudak oleh materi. Jika kita terseret dalam pola hidup konsumtif dan boros apalagi hidup di luar kemampuan, maka kita akan terjebak dalam masalah finansial yang bikin pusing kepala. Lihatlah sekeliling Anda betapa banyak orang yang utang dan kredit sana-sini untuk memperlihatkan bahwa mereka terlihat kaya, bukan benar-benar kaya.

#10. Keheningan membantu kita untuk berpikir lebih jernih. Zhuge Liang menjelaskan bahwa suasana hening membantu kita melakukan evaluasi diri dan aktualisasi diri. Ia juga menegaskan bahwa kunci keberhasilan adalah belajar dalam keheningan, sebab dalam keheningan kita dapat mengetahui apa visi dan misi hidup kita.

Baca Juga :