Belajar Pendidikan Vokasi ke Negeri Singa

Belajar Pendidikan Vokasi ke Negeri Singa

Belajar Pendidikan Vokasi ke Negeri Singa

Belajar Pendidikan Vokasi ke Negeri Singa
Belajar Pendidikan Vokasi ke Negeri Singa

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengingatkan kualitas pendidikan vokasi lebih siap terjun ke dunia kerja. Karena itu, pihaknya menggenjot kemajuan di bidang pendidikan vokasi dengan mengembangkan konsep yang berbeda dari sebelumnya.

Dalam kunjungan kerja ke Singapore Polytechnic International (SPI)

di Singapura, Hanif mempelajari keberhasilan negara-negara maju dalam mengelola SDM melalui pendidikan dan pelatihan vokasi. Kunjungan kerja ke SPI ini dilakukan sebagai bagian dari pengembangan konsep “Grand Desain Pelatihan Vokasi Nasional” yang telah disusun Kemnaker. Kedatangan Menaker dan tim Komite Pelatihan vokasi disambut oleh Soh Wai Wah selaku Prinsipal dan CEO SPI beserta jajarannya.

“Kami ajak tim komite vokasi yang terdiri dari pelaku industri, anggota Kadin, Apindo, akademisi dan LSM untuk sama-sama mempelajari konsep pendidikan dan pelatihan vokasi di Singapura,” kata Hanif dalam keterangan tertulis, Jumat (15/9).

Para anggota komite vokasi ini pun diminta memberi kajian, usulan dan masukan-masukan kepada pemerintah untuk mengembangkan pelatihan vokasi di Indonesia. Hanif menilai memajuan pelatihan vokasi di Singapura didukung anggaran yang memadai, metode kurikulum yang sesuai kebutuhan industri, fasilitas peralatan canggih, instruktur dan sertifikasi yang diakui internasional.

“Ini yang harus dipelajari dan tiru,” kata Hanif.

Selain Singapura, negara lainnya yang patut menjadi contoh pelaksanaan pelatihan vokasi

antara lain Jerman, Australia, Jepang, Austria, dan Korea Selatan. Hanif menambahkan selama ini Kemnaker telah melakukan kerja sama dengan SPI dalam bidang manajemen balai latihan kerja, strategi planning, kurikulum, metode pedagogi, pelatihan instruktur, design thinking, akreditasi lembaga pelatihan.

“Mari teruskan kerja sama sambil terus mendorong pelatihan vokasi untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing SDM Indonesia. Ini prioritas yang pemerintah sesuai arahan Presiden Jokowi,” kata Hanif.

Pelaksanaan Pelatihan vokasi dilakukan oleh BLK, LPK Swasta, Training Center Industri serta

Lembaga pelatihan Kementerian atau Lembaga.
Hanif menegaskan lengembangan dan penyiapan tenaga kerja Indonesia yang kompeten dan terampil harus dilakukan melalui pelatihan vokasi yang dilakukan secara masif dan fokus. Hanif mengatakan pelatihan vokasi juga menjadi solusi dari rendahnya daya saing angkatan kerja dan pengangguran serta mismatch keterampilan dunia kerja.

“Pemerintah terus memperkuat sumber daya manusia. Peningkatan pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi prioritas pemerintah saat ini, ” kata Hanif.

Perbaikan dan penyelarasan pelatihan vokasi disesuaikan dengan kebutuhan industri serta menjamin adanya relevansi hasil lulusan dengan kebutuhan industri. Dalam kunjungannya ke SPI Rombongan Kemnaker dan komite vokasi ini mengunjungi beberapa lokasi pelatihan SPI yaitu Akademi Maritim Singapura.

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/jenis-jenis-kata.html