Persaingan Pabrikan Mobil Semakin Ketat

Persaingan Pabrikan Mobil Semakin Ketat

Persaingan Pabrikan Mobil Semakin Ketat

Persaingan Pabrikan Mobil Semakin Ketat
Persaingan Pabrikan Mobil Semakin Ketat

Bandung –  Perkembangan dunia otomotif, khususnya, kelas Most Purpose Vehicle (MPV)

kian ketat. Itu terjadi karena banyak produsen mobil merilis beragam produk kelas MPV. Sebut saja PT Honda Prospect Motor (HPM), Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Honda mobil, yang merilis Honda Mobilio. Lalu, Datsun, yang menghadirkan Datsun Go+.

Ketatnya persaingan diamini Ketua Koordinator Grup Astra Wilayah Bandung Risila Olii.

“PT Astra International melalui PT Toyota Astra Motor (TAM) menjadi pemain MPV

sejak 2004. Produknya, Toyota Avanza. Sejak itu pula, kami mendominasi pangsa pasar mobil nasional, utamanya MPV,” tandas Risila,disela-sela Avanza Merdeka di AUTO 2000 Cabang Suci, Jalan PHH Mustopha Bandung.

Semakin ketatnya persaingan membuat pangsa pasar MPV pun meningkat. Namun, kata dia, secara otomatis, hal itu membuat pasar Toyota Avanza sedikit melemah. Meski demikian, imbuh dia, Toyota Avanza masih mendominasi pangsa pasar MPV.

Menurutnya, ketatnya persaingan justru menjadi pemicu pihaknya untuk lebih agresif

dalam berbisnis. Karenanya, berbagai upaya ditempuh industri otomotif raksasa itu guna tetap menjaga performance bisnisnya. Di antaranya, terus meningkatkan kualitas, tidak hanya produk, tetapi juga sistem pelayanan.

Salah satu contoh hasil peningkatan kualitas itu terlihat pada kinerja bisnis di Bandung Raya. Diutarakan, di wilayah tersebut, kinerja penjualan mengalami peningkatan. Rata-rata, sebut dia, di Bandung, penjualan setiap diler mencapai 60 unit per bulan. Sedangkan total diler di Bandung, lanjut dia, sebanyak 14 unit yang tersebar di berbagai lokasi.

Tantangan lainnya, imbuh dia, adanya pembatasan bahan bakar minyak (BBM) subsidi, solar serta premium, yang baru berlaku di Jakarta dan sekitarnya. Dia Risila berpendapat, kebijakan pemerintah tersebut tidak berpengaruh pada kinerja bisnis dan operasional PT Astra International Tbk, khususnya, PT TAM.  jo

 

Sumber :

http://riskyeka.web.ugm.ac.id/pengertian-buang-air-besar/