Asosiasi Perumahan Dukung Program 1 Juta Rumah

Asosiasi Perumahan Dukung Program 1 Juta Rumah

Asosiasi Perumahan Dukung Program 1 Juta Rumah

Asosiasi Perumahan Dukung Program 1 Juta Rumah
Asosiasi Perumahan Dukung Program 1 Juta Rumah

BANDUNG-Ketua Umum Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional

(Aspprumnas), Arief Suryo Handoko dalam kterangannya kepada wartawan di Bandung (2/5) mengatakan, pengembang yang bergerak di bidang perumahan yang kini tergabung dalam Aspprumnas menyambut baik program pemerintah yaitu program 1 juta rumah.

Program tersebut, akan didukung habis-habisan dengan harapan bisa berjalan secara berkesinambungan dan mencapai target, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Program 1 juta rumah, diharapkan bisa terwujud melalui cetak pengembang baru untuk membuat rumah sederhana.

Untuk menyukseskan program 1 juta rumah, metode harus

diubah melalui teknologi model siap bangun dan pemanfaatan IT keuangan. Melalui metode ini depelover dalam mengelola keuangan bisa menggunakan website.

Program 1 juta rumah , jelas Arief, sudah dilaksanakan beberapa tahun. Dalam pelaksanaannya, menghadapi beberapa kendala diantaranya soal perijinan. Untuk biaya perijinan, baik untuk rumah sederhana maupun rumah mewah besaran biaya sama.

Dengan kondisi ini, Pemerintah didaerah diminta dapat meninjau ulang kebijakan biaya perijinan serta diminta memberikan kemudahan dalam mengeluarkan proses perijinan.

Kendala lain yang dihadapi, yaitu harga lahan yang semakin tinggi. Namun, dengan kian tingginya harga lahan, pengembang menilai daerah tersebut mempunyai prospek bagus untuk berkembang, tinggal pelaku bisnis perumahan bisa mengelolanya dengan tepat.

Dukungan perbankan, kini luar biasa terutama dari BTN. Dari BTN,

kredit yang dikucurkan untuk mendukung fasilitasi perumahan masyarakat, ada dua jenis masing-masing kredit konstruksi dan kredit pembebasan lahan.

Menurut Arief, Kebutuhan tertinggi perumahan ada di Jabar. karena Jabar menjadi penyangga Ibukota. Kebutuhan perumahan di Jabar, kini mencapai 300.000 unit per tahun.(SN)

 

Baca Juga :