Jenis-Jenis Penawaran dan Bunyi Hukumnya

Jenis-Jenis Penawaran dan Bunyi Hukumnya

Jenis-Jenis Penawaran dan Bunyi Hukumnya

Jenis-Jenis Penawaran dan Bunyi Hukumnya
Jenis-Jenis Penawaran dan Bunyi Hukumnya

 

Apabila ditinjau dari jumlah barang yang ditawarkan, penawaran sanggup dibedakan menjadi dua macam, yaitu penawaran perorangan dan penawaran kolektif.

a. Penawaran Individu

Penawaran individu yaitu jumlah barang yang akan dijual oleh seorang penjual. Contoh penawaran jeruk oleh Pak Heri, lihat tabel di bawah!

b . Penawaran Kolektif

Penawaran kolektif disebut juga penawaran pasar. Penawaran kolektif yaitu keseluruhan jumlah suatu barang yang ditawarkan oleh penjual di pasar. (https://blog.fe-saburai.ac.id/jenis-dan-contoh-jaringan-tumbuhan/)

Penawaran pasar merupakan penjumlahan dari keseluruhan penawaran perorangan. Contoh penawaran kolektif yang dilakukan oleh Pak Heri dan pedagang buah jeruk di pasar sanggup kalian lihat pada Tabel di bawah ini!

Bunyi Hukum Penawaran

Coba kalian perhatikan daftar penawaran jeruk Pak Heri. Pada tabel tersebut akan terlihat bahwa apabila harga Rp4.500,00, jumlah jeruk yang ditawarkan Pak Heri sebanyak 50 kg.

Pada ketika harga Rp4.750,00. Pak Heri memperlihatkan jeruknya sebanyak 60 kg. Hingga pada harga Rp6.000,00, jumlah jeruk yang ditawarkan sebanyak 110 kg.

Apa yang sanggup kalian simpulkan dari tabel di atas? Berdasarkan tabel di atas sanggup disimpulkan bahwa semakin tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak.

Sebaliknya semakin rendah harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin sedikit. Inilah yang disebut aturan penawaran.

Hukum penawaran memperlihatkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.

Dengan demikian suara aturan penawaran berbunyi:
“Semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditawarkan.”

Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi penawaran tidak berubah (ceteris paribus).