FUNGSI DAN PERAN KERAGAMAN SOSIAL BUDAYA DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL

FUNGSI DAN PERAN KERAGAMAN SOSIAL BUDAYA DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL

FUNGSI DAN PERAN KERAGAMAN SOSIAL BUDAYA DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL

FUNGSI DAN PERAN KERAGAMAN SOSIAL BUDAYA DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL
FUNGSI DAN PERAN KERAGAMAN SOSIAL BUDAYA DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL
  1. Keragaman suku bangsa

  2. a)Menambah devisa Negara

Contoh : Para wisatawan luar negeri dating ke Indonesia untuk melihat keanekaragaman suku bangsa di Indonesia. Hal tersebut dapat menghasilkan devisa Negara Karena pastinya orang luar negeri akan menukar uang mereka dengan mata uang Indonesia (rupiah).

  1. b)Mengembangkan potensi individu masyarakat

Contoh : Orang Dayak terkenal dengan kemampuan mengukirnya. Hal tersebut dapat mengembangkan potensi individu masyarakat karena banyak orang yang ingin melihat bahkan memiliki hasil ukir  dari orang Dayak.

  1. c)Menghasilkan potensi pendapatan ekonomi

Contoh : mayoritas kegiatan penduduk suku Jawa adalah bertani, dan mayoritas kegiatan penduduk suku Batak adalah berdagang. Oleh karena itu, masyarakat suku Jawa dapat menjual hasil taninya kepada suku Batak dan suku Batak juga dapat memenuhi kebutuhannya. Sehingga dapat menghasilkan potensi pendapatan ekonomi.

  1. d)Mendongkrak popularitas pembangunan Negara

Contoh : Memperkenalkan keaneka ragaman suku bangsa Indonesia ke kanca internasional melalui pameran-pameran suku bangsa yang ada di Indonesia.

  1. e)Membantu pengembangan budaya nasional

Contoh : batik memiliki aneka ragam motif dan coraknya. Warna-warni batik juga beraneka ragam, sehingga banyak orang yang tertarik untuk memiliki pakaian yang bercorak batik dari berbagai macam daerah. Oleh karena itu, batik diangkat menjadi budaya nasional yang dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia maupun masyarakat manca negara.

  1. f)Mengembangkan pemanfaatan potensi SDA

Contoh : di suku Jawa banyak terdapat pohon jati. Masyarakat memanfaatkannya sebagai bahan pembuatan meubel maupun ukiran yang nantinya dijual sampai ke luar Jawa.

  1.  Keragaman bahasa

Fungsi dan peran keragaman bahasa sebagai modal pembangunan nasional adalah sebagai berikut :

Ø  Keragaman bahasa sebagai wujud kekayaan budaya indonesia

Seperti“Bapak” dalam panggilan Jawa Tengah dan Jawa Timur, Jawa Barat yang biasa memanggil “Abah dan Ambu”, “Ummi dan Abah” yang biasa dipakai sebagai panggilan ayah dan ibu didaerah Aceh.

Ø  Keragaman bahasa mengandung nilai-nilai penting budaya

Contoh : bahasa Jawa yang memiliki aturan dalam penggunanya, seperti “ngoko” digunakan untuk anak kecil atau teman sebaya, dan “krama alus” dipakai untuk berbicara dengan orang yang lebih tua. Selain itu, geguritan atau puisi dalam bahasa jawa juga kebanyakan mengandung nilai-nilai kehidupan.

Ø  Bahasa sebagai kontrol sosial untuk merubah perilaku masyarakat

Contoh : banyak iklan-iklan layanan masyarakat yang mengajarkan kita bagaimana cara hidup bersih, rukun, aman dan baik. Selain itu rambu-rambu atau peringatan yang ditempel pada dinding umun atau pinggir jalan seperti anjuran dilarang merokok, dilarang membuang sampah sembarangan. Juga merupakan bentuk kontrol sosial dapat merubah perilaku masyarakat menjadi lebih baik.

Ø  Bahasa sebagai kontrol bahwa bahasa tersebut wajib dalam upacara adat dan tidak diganti dengan bahasa Indonesia jika tidak dapat dikenakan sanksi.

Contoh : upacara ngaben di bali harus menggunakan bahasa bali alus (dalam bahasa jawa seperti krama alus) dalam menyampaikan permohonan dan sambutan – sambutan kepada warga, karena dalam sejarah nenek moyang nya,jika mereka tidak menggunakan bahasa tersebut, mereka sama saja seperti berbicara dengan bahasa yang tidak sopan kepada sang “Dewa” dan harus menerima balasannya suatu saat dari sang “Dewa” tersebut. Dan berbagai upacara adat diberbagai daerah, tidak semua bahasa daerah untuk upacara adat dapat diganti dengan bahasa Indonesia.

  1.  

    Keragaman budaya

Fungsi dan peran keragaman budaya sebagai modal pembangunan nasional antara lain :

Ø  Budaya dapat menjadi daya tarik bangsa asing, sehingga dapat menghasilkan pendapatan negara dan rakyat.

Contoh : daerah Yogyakarta yang memiliki beberapa candi seperti candi Prambanan, candi Borobudur, candi Mendut, candi Tikus, dan juga wisata kuliner, serta wisata alam dan religi, juga memiliki banyak tatanan budaya yang masih dipertahankan seperti acara “iring-iringan kebo bule” dalam bulan suro yang banyak menarik banyak wisatawan. Acaraini di anggap unik dan sangat tradisional karena masihmemercayai mitos mitos terdahulu, juga mempertahankan keasliannya.  Acara ini juga di anggap tidak dapat di temui di daerah manapun, sehingga menjadi salah satu cirikhas dari daerah Yogyakarta.

Ø  Mengembangkan dan melestarikan budaya nasional

Contoh:motif batik nasional berasal dari motif batik dari berbagai daerah di nusantara. Misalnya :motif burung cendrawasih yang di padukan dengan motif bunga jawa, motif parang rusak di jawa di padukandengan motif orang primitife di Papua. Jika di satukan akan menjadi  sebuah batik yang mewakili seluruhdaerah di nusantara yang disebut dengan batik nasional.

Ø  Budaya dapat menjadi tatanan toleransi

Setiap budaya di Indonesia pasti berbeda – beda dan menggambarkan kehidupanbermasyakat.Sebagai contoh reog adalah kesenian khas dari jawa timur,tari kecak adalah kesenian dari Bali. Perbedaan tersebut yang mempersatukan bangsa dan menjadikan antar daerah saling menghargai danmenghormati setiap daerah, sehingga dapat  menjadi toleransi antar budaya.

Ø  Saling melengkapi hasil budaya

Contoh :musik gamelan yang mengiringi tari daerah Jawa Barat, acara pementasan wayang yang harus di serta nyanyian jawa yang di nyanyikan oleh seorang sinden, lagu  jawa yang di iringi leh musikkeroncong.Semua itu saling melengakapi dan jika tidak ada salah satunya akan merasa kurang maksimal.

Ø  Keragaman budaya dapat mendorong inovasi kebudayaan

Contoh: dalam pemerataan kesenian tradisional, banyak kain batik yang di jahit menjadi gaun yang di padukan dengan kain khas lainnya seperti kain songket. Dalam satu gaun tersebut mencangkup beberapakain khas dari berbagai daerah. Hal tersebut membuktikan bahwa kain dari berbagai daerah dapat disatukan menjadi suatu karya yang lebih kreatif dan berinovatif. (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-laporan-hasil-observasi/)

  1.  

    Keragaman agama

Fungsi dan peran keragaman agama dalam pembangunan nasional adalah sebagai berikut :

Ø  Agama sebagaipenyelamat

Contoh : Islam memiliki kitab suci Al –Qur’an dan umat nasrani memiliki kitab Injil dan Al Kitab. Kitabsuci ini sebagai pedoman hidup kita agar lebih baik dan berjalan di jalan yang benar. Semua agama memiliki kitab suci, dan yang tidak memiliki kitab suci di anggap sebagai aliran kepercayaan seperti konghuchu dan kejawen. Semua agama dan kepercayaan memiliki panduan hidup agar selamat didunia dan di akhirat.

Ø  Agama sebagaisarana pendidikan

Pendidikan sangat berpengaruh dalam agama, sebagai contoh :jika kita tidak mengetahui larangan, sunah – sunah dan anjuran dalam sholat, serta bacaan – bacaan sholat, sholat kita di anggap tidak sah. Karena itu pendidikan juga diperlukan dalam pelaksanaan ibadah kita, agar ibidah kita dapat di terima dan dilaksanakan dengan baik sesuai dengan aturan – aturannya.

Ø  Kontrolmasyarakatdalamberperilaku

Contoh: setiap agama melarang umatnya untuk mencuri, membunuh, dan perbuatan tercelalainnya.Agama Islam juga mengatur bagaimana berpakaian sesuai dengan syariat Islam.

Ø  Agama sebagaispiritpembangunan

Contoh:calon-calon pemimpin daerah mempunyai banyak janji dan program kerja untuk memajukan daerahnya, untuk yang beragama Islama dan pengambilan sumpah dalam Al –Qur’an jika dirinya sudah terpilih menjadi pemimpin daerah. Sumpah tersebut di ambil agar mereka berkomitmen dan bertanggungjawab untuk semua program yang mereka rencanakan.