Misa Natal di Gereja Fransiskus, Bima Arya Dapatkan Benda Tak Terduga

Misa Natal di Gereja Fransiskus, Bima Arya Dapatkan Benda Tak Terduga

Misa Natal di Gereja Fransiskus, Bima Arya Dapatkan Benda Tak Terduga

 

Misa Natal di Gereja Fransiskus, Bima Arya Dapatkan Benda Tak Terduga

Walikota Bogor Bima Arya

Walikota Bogor Bima Arya menutup aktivitas pemantauan malam Natal di Gereja Santo Fransiskus Asisi, Jalan Siliwangi, Bogor Selatan Kota Bogor, Senin (24/12/2018) malam.

Sebelumnya

Bima Arya bersama jajaran Muspida Kota Bogor memantau pelaksanaan Misa Natal di GPIB Zebaoth, HKBP Paledang, GKI Pengadilan dan Gereja Katedral.

Di setiap gereja, Bima Arya berpesan kepada jemaat untuk selalu menguat kebersamaan di tengah perbedaan, khususnya menjelang tahun politik, Pileg dan Pilpres 2019. Ia juga mengajak para jemaat untuk mendoakan korban bencana alam baik yang terjadi di Kota Bogor, Palu, Lombok dan yang terbaru bencana tsunami di Selat Sunda.

Menutup sambutan

Bima Arya memberikan kue tart bertemakan Natal di setiap gereja yang dikunjunginya sebagai bentuk cinta kasih dan simbol Kota Bogor untuk dinikmati semua kalangan.

Namun hal berbeda saat Bima Arya menutup sambutan di Gereja Santo Fransiskus Asisi. Ia mendapatkan kejutan tak terduga dari Orang Muda Katolik (OMK). contoh report text tumbuhan

OMK adalah komunitas wadah kreativitas, pengembangan, pengkaderan generasi muda di lingkungan stasi atau paroki gereja Katolik Roma. OMK berada di bawah naungan Komisi Kepemudaan yang merupakan perangkat Gereja dengan tugas khusus memberi perhatian pada pembinaan dan pendampingan kaum muda.

Bima diberikan sebuah benda unik

Berupa tumbler atau tempat minum yang disebut Pastor Paroki Romo Markus Lukas sebagai bentuk dukungan para jemaat terhadap kebijakan Bima Arya yang menerbitkan Perwali Nomor 61/2018 tentang pengurangan sampah plastik di Kota Bogor.

“Dengan menggunakan tumbler guna pakai ini, diharapkan bisa mengurangi penggunaan botol minum sekali pakai. Minimal di lingkungan kita dulu. Semoga bisa menjadi gerakan masif,” kata Markus Lukas.