Pendidikan Karakter Memakai Phisical Education dan Multikultur

Pendidikan Karakter Memakai Phisical Education dan Multikultur

Pendidikan Karakter

 

Pendidikan Karakter Memakai Phisical Education dan Multikultur- Seoul, Korsel (Pendis) – Hari ketiga kegiatan short course pendidikan karakter di Seoul National University Education (SNUE) Korea Selatan, tim mendapatkan kuliah dari dua narasumber yang luar biasa. Pertama dari Mrs. Ana Hetriana Kusumah tentang Pendidikan Multikultur di Korea Selatan, dan kedua dari Prof. Sang Bong Park tentang Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Jasmani di Korea Selatan.

Pendidikan Karakter Memakai Phisical Education dan Multikultur

Multikultur dan Phisical Education

Mrs. Ana, begitu ia biasa dipanggil, merupakan satu dari sekian orang Indonesia yang tinggal di Korea Selatan. Pekerjaannya sebagai guru di Korea dijadikan sebagai ladang amal untuk terus memperjuangkan pendidikan karakter berbasis multikultural. Kondisi Korea Selatan sangat terbuka terhadap berbagai kultur. Dalam beberapa kasus, pendidikan karakter terhadap anak-anak dari orang tua yang mix-married membutuhkan sentuhan dan kasih sayangnya. Hal ini menjadi perhatiannya karena anak-anak tersebut sering kali mengalami kendala dalam pendidikannya dikarenakan faktor bahasa dan budaya.

 

Phisycal Education (Pendidikan Jasmani) di Korea Selatan

Pada sesi kuliah berikutnya, Prof. Sang Bong Park menyampaikan tentang Pendidikan Karakter dalam Phisycal Education (Pendidikan Jasmani) di Korea Selatan.

Ada beberapa hal yang disiapkan oleh SNUE dalam mencetak guru-guru pendidikan jasmani agar menjadi guru yang profesional. Pertama pelatihan kompetensi, kedua pengembangan kompetensi dan ketiga peningkatan kompetensi bagi guru pendidikan jasmani.

Pendidikan karakter dalam pendidikan jasmani

Adapun pendidikan karakter dalam pendidikan jasmani yang diterapkan di sekolah-sekolah terutama sekolah dasar di Korea Selatan diantaranya menanamkan sifat jujur, disiplin, sportif, tanggung jawab dan saling menghargai. Penerapan atau pembiasaan karakter tersebut dilakukan baik dalam proses pembelajaran di kelas, di luar kelas, maupun dalam kehidupan bermasyarakat, terutama ketika dalam kompetisi olahraga di lapangan.

 

Contoh kongkrit pembiasaan karakter di sekolah

Pendidikan karakter dalam pendidikan jasmani di Korea Selatan menjadi contoh kongkrit pembiasaan karakter di sekolah-sekolah terutama sekolah dasar sebagai pondasi awal penanaman pembiasaan karakter yang baik. Bisa jadi karena kuatnya tempaan karakter pada pembelajaran pendidikan jasmani di Korea Selatan, memberikan kontribusi pada prestasi olahraga Korea Selatan di kancah internasional. (by: TSC Korsel/unang ramat/dod)

 

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/