Kiprah pemuda melalui Pencerah Nusantara

pemuda indonesia

“Ini memiliki energi kreatif yang membuat mereka tidak lagi menjadi objek pembangunan, tetapi para aktor pembangunan,” kata Egi untuk menghadiri pertemuan Layanan Koordinasi Antar-sektor yang membawa tingkat pusat di Kementerian Pemuda dan Olahraga dari Republik Indonesia (Kemenpora RI) di Bogor, 27 September 2018,

Sebagai generasi yang membimbing era modern, kaum muda diberi ruang untuk berpartisipasi secara berarti. Di Indonesia, populasi pemuda di 65 juta diperkirakan akan terus meningkat menjadi 75 juta pada 2045. Ini memberikan kemungkinan bagi Indonesia untuk menjadi negara maju dan makmur.

Selain itu, pemerintah Indonesia mengeluarkan Keputusan Presiden No. 66 2017, koordinasi lintas sektoral dari kementerian pemuda yang idealnya memberikan jaminan kepada kaum muda di Indonesia untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik melalui program yang dilaksanakan oleh masing-masing Kementerian atau lembaga Negara ( K / L).

Kiprah pemuda melalui Pencerah Nusantara

pemuda indonesia
pemuda indonesia


CISDI membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan kesehatan melalui Pencerah Nusantara. Keringanan nusantara memperkuat program perawatan kesehatan primer dalam masalah kesehatan regional (Dbk) dengan membantu pusat kesehatan oleh tim muda dan memilih tenaga medis berpengalaman. Program ini bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan ibu dan anak di berbagai wilayah di Indonesia.

“Pencerah Nusantara menjadi wadah yang mampu memfasilitasi kontribusi pemuda terhadap masalah-masalah yang dirasakan langsung di masyarakat. Inovasi ini membutuhkan pemuda yang berdedikasi, sistem pembinaan yang baik dan mendukung sumber daya kolaboratif semua pihak”, tambah Egi yang bertanggung jawab atas program pencerahan nusantara.

Didirikan pada tahun 2012, Pencerah Nusantara memasuki tahun keenam pelaksanaannya. “Hingga 2018, 120 orang muda berkontribusi langsung terhadap pengembangan kesehatan melalui Pencerah Nusantara Selama Cohort II (2016-2018), mereka dapat memperoleh manfaat lebih dari 150 ribu penduduk di sembilan posisi penempatan, melatih lebih dari 450 pekerja kesehatan dan sekitar 1.000 petugas kesehatan, bekerja sama dengan hampir 200 sekolah untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada 6000 siswa dan bekerja sama dengan setidaknya 100 pemerintah desa untuk merevitalisasi hampir 200 posyandu, “kata Egi.

Keterlibatan anak muda melalui Pencerah Nusantara telah memberikan hasil yang signifikan dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Pada tahun 2014, Kementerian Kesehatan mereplikasi program ini di “Kepulauan Sehat”, menempatkan kaum muda di lebih dari 300 lokasi dengan lebih dari 5.000.000 penerima manfaat.

“Pencerah Nusantara menunjukkan pentingnya layanan berkualitas bagi kaum muda dari setiap K / L. Negara-negara harus dapat memastikan setiap orang muda dapat tumbuh dan berkembang dalam kesehatan yang baik, terdidik dan mendapatkan akses yang baik untuk pengembangan diri melalui kerja dan organisasi, “Penutup Egi.

Baca Juga :