Alasan Pemicu Siswa SMA pada Papua Tidak Berkuliah

Alasan Pemicu Siswa SMA pada Papua Tidak Berkuliah – Lulusan Sekolah Menengah Atas/SMK di Papua yang melanjutkan kuliah pada aneka macam perguruan tinggi di Provinsi Papua dan Papua Barat masih minim. Tercatat, hingga tahun akademik 2017/2018, murid Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan yg melanjutkan pendidikan sampai ke bangku kuliah masih rendah, yaitu 11 %.

“Ada 89 % dari jumlah 500 ribu nomor usia produktif lulusan SMA/SMK yang belum menikmati pendidikan tinggi. Ya angka ini sangatlah akbar lantaran belum adanya perhatian berfokus pemerintah kabupaten/kota memberikan peluang buat anak setempat kuliah,” kata Koordiantor Kopertis XIV Papua & Papua Barat, Sueriel S Mofu, kala dihubungi di Biak, dilansir Antara, Rabu, 25 April 2018.

Ia mengakui kendalanya sangat klasik, yakni tiadanya uang lantaran kemampuan ekonomi keluarga yg sangat miskin.

Sedangkan faktor lain minimnya lulusan SMA/Sekolah Menengah Kejuruan pada Papua melanjutkan pendidikan pada perguruan tinggi, menurut Sueriel Mofu, adalah belum adanya kebijakan khusus berdasarkan pemkab/Pemerintah Kota yg memproteksi anak-anak orisinil Papua buat bisa menempuh pendidikan tinggi di aneka macam forum pendidikan tinggi.

Sueriel Mofu mengaku dia sangat prihatin dengan kurangnya kebijakan afirmasi spesifik yg dibuat pemkab/pemkot buat memberikan biaya pendidikan melalui beasiswa atau bentuk lain pada anak-anak Papua.

“Jika terdapat regulasi khusus yg memproteksi kelangsungan pendidikan anak-anak orisinil Papua, aku optimistis kesempatan menempuh pendidikan tinggi bagi anak-anak Papua di berbagai perguruan tinggi akan meningkat,” tegas mantan Rektor Unipa Manokwari, Papua Barat, itu.

Menyinggung perubahan status forum Kopertis XIV sebagai Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, menurut Sueriel Mofu, alih status organisasi Kopertis seluruh Indonesia telah mulai berlaku usai dimuntahkan Keputusan Peraturan Menteri Riset Teknologi & Pendidikan Tinggi Nomor 15 Tahun 2018.

“Dalam status kelembagaan organisasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Papua & Papua Barat masuk pada kategori tipe B menggunakan empat bagian dan satu sekretaris pelaksana,” ungkap https://www.sekolahan.co.id

Dengan perubahan status Kopertis XIV Papua dan Papua Barat, lembaga itu akan melayani pengelolaan sejumlah perguruan tinggi.